Satu hal yang saya tidak pernah mengerti di Indonesia. Sepuluh tahun lalu, uang dollar yang saya bawa pernah ditolak Bank BCA karena agak kucel. Uang yang perfectly valuable di negara asalnya tidak laku di Indonesia. Bukan karena palsu, tapi karena kucel.
Orang perlu strategi untuk mencapai sesuatu. Tapi dalam kenyataannya kita tidak tahu strategi itu apa. Saya pikir, strategi itu semacam hipotesis. Eksekusi strategi adalah proses pembuktian hipotesis.
Saya punya perasaan suatu saat saya bakal kaya raya. Soalnya sudah tujuh bulan ini berurusan dengan kantor pajak urusan pajak tahun 2006. Tidak beres-beres. Tadinya saya kecewa. Sebagai pembayar pajak yang setia bertahun-tahun, saya kok jadi susah dan repot sekali begini. Enak orang yang tidak punya NPWP. Tapi saya ambil hikmat nya. Saya semakin mengerti proses perpajakan. Mungkin ini proses untuk mempersiapkan saya kelak menjadi orang kaya …. hehehe
Akhirnya seorang pendeta muda yang sibuk sekali punya waktu untuk mengantarkan puteranya yang berumur lima tahun beli burger ke McD. Tapi begitu sudah medekati McD, perjalanan mereka terhalang kecelakaan lalu lintas.
Mending mana, sakit jiwa atau sakit ingatan? Sakit ingatan saja ya. Soalnya saya mulai merasakannya. Gampang lupa.
Sampai hari ini saya tidak bisa lupa ucapan, atau lebih tepat makian, Susno Duadji, Kapolda Jawa Barat. “Yang benar saja, masak kantor saya tidak beda dengan tempat pelacuran?” demikian kira-kira keluhan beliau yang tulis di koran Pikiran Rakyat. Maka bergeraklah beliau dengan tangan besi membersihkan Polda Jabar. Wahai rakyat Jabar, sungguh beruntung anda ini punya pemimpin seperti ini.
Tadi saya ke kampus dengan Gladys, sekalian mengantarkannya ke Sabuga untuk mendaftar ke ITB. Kalau semua lancar, pagi ini Gladys akan mendapatkan nomer induk mahasiswa. Senang sekali hati saya.
Alex Ross menulis The Rest is Noise sebuah buku yang menarik tentang musik klasik. Saking demen nya dia sama musik klasik, dia mengklaim semua di luar musik klasik itu hanyalah noise, bukan musik. Hehe, pasti ada banyak yang tersinggung. Tapi menarik juga betapa kita sebenarnya rindu akan keindahan musik dalam segala hal. Sayangnya dunia ini dipenuhi noise.
Ya tentu saja sepeda berbeda dari komputer. Bukan saja bentuknya berbeda, tapi juga cara kerjanya. Kita bisa mengamati cara kerja sepeda dari luar. Tapi komputer tidak bisa. Bahkan hanya dengan melihat dalamnyapun tidak cukup. Ini mengajarkan kita bahwa mengenali esensi masalah itu tidak boleh terburu-buru,
Orang membedakan antara belajar dan menjalankan (eksekusi). Kita belajar ilmu dulu baru kita bisa menjalankan tugas. Pegawai di training dulu baru dipekerjakan. Tapi di era ekonomi pengetahuan hari ini, kelihatannya keduanya harus seriring. Bahkan eksekusi itu adalah kesempatan belajar.
Asyik betul baca cerita silat. Apalagi saat jagoan kita terdampar di suatu pulau yang ternyata berisi buku ilmu silat. Iapun menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari jurus sakti itu. Kemudian tiba bagian paling ramai, ketika dia kembali ke dunia persilatan, dan merajainya. Berkat jurus sakti.
Well, bukankah kita semua seperti itu sekarang?
Seorang Bule sok akrab dengan dua orang Indian. Setelah ngobrol, kedua Indian mengajak si bule untuk having fun ala Indian. Berangkatlah mereka bertiga jalan-jalan di pebukitan tempat tinggal suku Indian tetangga.
Peluang itu datang seperti cahaya mentari. Kita cukup memposisikan diri pada aliran cahaya.
Cita-cita saya agar semua mahasiswa kuliah saya lulus dengan nilai A tidak kesampaian. Bahkan hasil ujian akhir semester (UAS) tidak memuaskan. Cuma tiga orang mendapatkan nilai A. Nah kalau nilai akhir tidak baik, masalah ada di siapa: dosen atau mahasiswa?
Kita kecewa dengan pekerjaan kita? Kantor kita? Atau sebaliknya, sebagai manager, kita kecewa dengan kinerja anak buah kita? Mereka kok tidak bekerja serius? Nohria, Groysberg, dan Lee, tiga pakar Harvard University, menyarankan kita menekuni empat pendorong manusia: acquire, bond, comprehend, dan defend. Apa itu?
Kebebasan dan kemerdekaan menjadi obsesi orang. Kita kemudia terkejut ketika orang menuntut Euthanasia, artinya kematian yang direncanakan dengan baik.Tapi apakah orang memiliki hak untuk mati?
Seorang anak senang sekali akhirnya bisa mendapatkan SIM. Maka langsung sang anak dan ayahnya bergegas menuju mobil mereka untuk menyetir, putar-putar kota. Tapi anak ini heran, kok ayahnya duduk di kursi persis di belakang kursi supir.
Kita tidak ingin diperbudak. Oleh sebab itu kita memproklamasikan kemerdekaan. Kita merayakan hari kemerdekaan sebagai perayaan terpenting di negara kita. Apakah benar kita sudah merdeka? Jangan-jangan kita masih tetap seorang budak.
Terkadang saya bingung, mengapa Tuhan mengijinkan peperangan terjadi di mana-mana? Orang mengangkat senjata dan berusaha menaklukkan lawan-lawannya. Apa sih yang bisa kita pelajari dari ilmu perang? Saya tidak menyukai perang. Tapi kita bisa belajar ilmu perang untuk mengalahkan diri sendiri.
Beberapa waktu lalu saya dengar berita heboh SMS santet. Saya tidak mengerti ini persisnya bagaimana. Apa bisa tulisan di sms membuat orang tersantet?
Salah satu keajaiban alam adalah metamorfosa. Dulu kalau saya bilang ulat bisa berubah menjadi kupu-kupu, pasti banyak orang tidak percaya. Pikiran kita sudah terpaku pada konsep pertumbuhan fisik manusia, dari lahir sampai mati memiliki bentuk yang sama. Tidak bisa berubah.
Tapi alam mengajarkan bahwa perubahan drastis bisa terjadi.
Ada orang yang terbuka dan ada yang tertutup. Hubungan kita sering kurang baik pada orang yang tertutup. Hubungan kita tidak maksimal. Bagaimana mengatasinya? Jangan dipaksa. Gunakan kehangatan. Ibu saya menceritakan kisah Angin Selatan dan Sang Surya saat saya masih kecil yang menjelaskan hal ini.
Terimakasih untuk doa-doanya. Saya sudah kembali lagi ke Bandung dengan selamat tadi malam jam 12. Pagi ini mulai ke kampus lagi.
Malam ini saya ke Semarang dua hari, kembali Rabu malam. Jadi seperti biasa, no posting, Kecuali, tentu saja, kalau ada Internet
“Papa, apa ini rumah oma-opa?”, tanya Gladys saat kami tiba di Tomohon Jumat pagi kemarin. Saya tercenung. Hmm, setelah hidup lebih 75 tahun mereka ternyata tidak punya rumah sendiri.
Kalau kita egois, ekonomi akan maju. Salah satu kesimpulan dari pemikiran Adam Smith adalah adanya invinsible hand yang mengatur orang-orang egois sehingga mereka menghasilkan kebaikan untk semua.
“Just do it…“, adalah semboyan terkenal yang menjadi tagline sepatu Nike. Ini mendorong orang untuk tidak ragu-ragu. Bila kita punya ide bagus, just do it. Saya sendiri tersemangati oleh prinsip ini. Namun akibatnya, saya memulai banyak inisatif dan kemudian kewalahan olehnya. Saya belajar bahwa semboyan ini harus dilengkapi dengan semboyan kedua: Finish it…
Akhirnya tiba juga tadi malam jam 11 di rumah. Gladys dan saya menghabiskan weekend yang menyenangkan di Tomohon dan Manado.
Continue Reading »
Ternyata masih bisa posting, meskipun dari bandara
Libur lagi nih :-) Besok pagi subuh Gladys dan saya akan ke Manado selama tiga hari. Jadi kemungkinan besar no posting, folks.