Bergembira Setiap Saat

Kita bisa bergembira atau bersedih, silih berganti. Bagaimana caranya bergembira setiap saat? Kita mesti belajar mengasosiasikan kegembiraan kita dengan hal yang bersifat kekal.

Umumnya kegembiraan atau kesedihan datang saat suatu peristiwa terjadi (event) kemudian pikiran kita menafsirkannya sebagai tanda untuk bergembira atau bersedih.

Misalnya kita dapat kabar menang undian, dapat Mercedes Benz. Pikiran kita menafsirkannya sebagai alasan untuk bergembira. Maka tubuh kita mengeluarkan hormon yang membuat kita merasa senang.

Sebaliknya, kita mendapat informasi bahwa sepeda motor kita hilang. Maka pikiran kita menginstruksikan tubuh kita menghasilkan hormon sedih.

Jadi ada tiga elemen penting: (1) event, (2) tafsir, (3) rilis hormon.

Nah cara seperti ini membuat perasaan kita naik turun, kadang senang kadang sedih. Dan lebih banyak kecewa dan menderita malahan…

Perasaan kita jadinya bergantung pada event di luar kita (yang tidak bisa kita kendalikan) dan pada penafsiran kita (yang sering tidak berdasar juga).

Bisa tidak kita bergembira meskipun pada hal tidak terkait dengan kita? Bisa tidak kita bersukacita karena keberhasilan orang lain? Yang kita nggak ngapa-ngapain? Yang kita nggak dapat apa-apa?

Bisa.

Saya ingat saat kesebelasan sepakbola kebanggaan kita Garuda memenangi berbagai pertandingan. Saya sangat senang. Padahal tidak ada urusan langsung dengan saya. Kalau anda bobotoh Persib, pasti tahu maksud saya. Masuk nya bola ke gawang lawan oleh tendangan pemain Persib akan memicu perasaan sukacita yang tidak tergambarkan.

Bahkan  masuknya Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia dulu membuat kegembiraan yang luar biasa pada diri saya. Padahal sama sekali tidak ada urusannya, kecuali sebagai sesama orang Asia.

Ini sudah langkah maju. Kita bisa happy sekali meskipun tidak ngapa-ngapain. Happy melalui memuji pihak lain. Tapi kita masih tidak bisa mengkaitkan kegembiraan kita pada sesuatu yang masih naik turun seperti sepak bola itu.

Nah, coba sekarang kita kaitkan kegembiraan kita dengan Tuhan yang kekal. Ia sudah berkarya jauh lebih hebat dari apapun. Alam semesta, makhluk sorgawi, kita semua. Dan sampai hari ini Ia tidak berhenti melakukan keajaiban.

Maka berbahagialah kita yang menjadi bobotoh Nya. Kegembiraan beribadah kepadaNya sebagai sumber sukacita utama kita. Terpesona melihat anggrek atau mawar. Hanya dengan melihat matahari terbenam, kita bergetar mengagumiNya. Melihat bintang di angkasa kita berdebar. Melihat suami atau istri kita, anak-anak kita, orang-orang yang mengasihi kita, kita tertegun menitikkan air mata. Semua itu pemberian Tuhan tanpa ada yang bisa kita beri sebagai bayarnya.

Itu resep berbahagia setiap saat….




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: