Hidup Seperti Tom Cruise

Kita pasti bukan Tom Cruise. Tapi kita bisa hidup seperti dia…

Beberapa hari lalu tidak sengaja saya melihat acara TV rebroadcast (siaran ulang) yang merayakan 25 tahun Tom Cruise di layar perak. Acara talkshow Oprah. Bentuk acaranya ya talkshow, clip video, pesan-kesan dari orang terkenal lainnya, dan wawancara.

Rupanya selama dua puluh lima tahun, Tom Cruise hidup dari satu proyek film ke proyek lain.  Persiapan untuk setiap proyek itu bisa bertahun-tahun.  Dan proyek inipun beragam. Ada film action, ada film watak, ada film epic, ada film humor. Tapi di setiap proyek ini dia melakukan persiapan serius, tidak jarang harus tahunan. Itu baru persiapan. Belum lagi actually shooting.

Baginya cuma ada dua tempat yang asik. Di rumah dan di tempat shooting film.

I love being in the movie settings, ” jelasnya, “I feel this is my live...”

Saya tercenung. Bukankah kita semua seharusnya seperti itu?

Setiap job kita, setiap proyek kita, setiap assignment, setiap tugas kita, setiap jabatan kita itu ibarat sebuah proyek film. Anda aktor atau aktrisnya. Ada peran kita.  Dan seperti shooting film, ini bisa makan waktu bulanan atau tahunan.

Dan untuk bisa menjalankan peran kita itu dengan baik, kita harus persiapan. Konon untuk film The Last Samurai, Tom Cruise harus berlatih setahun lebih. Hmm kayak kuliah atau training, kan? Beberapa semester persiapan untuk acting di tempat kerja.

Dan setelah selesai suatu job, kita persiapkan the next one. Kita ambil tantangan lebih berat.  Saat Tom Cruise memilih untuk main di Born onThe Fourth of July, banyak orang yang heran. Karena itu bisa merusak citra Tom Cruise sebagai selebriti yang jual tampang. Alur ceritanya menuntut Tom Cruise berubah menjadi seorang veteran perang yang pecundang, yang kalah dalam semua aspek kehidupan. Butuh bintang serius kayak Hoffman, Al Pacino, atau DeNiro. Bukan Tom Cruise. Tapi dia berusaha, dan berhasil memerankan tugas itu dengan mengesankan.

You see, even in the movie there are such things as growing ups and better challenges

Kalau curriculum vitae Tom Cruise berisi sederetan karya film, CV kita berisi apa? Kalau Tom Cruise mencoba begitu banyak peran, kita bagaimana? Kalau Tom Cruise tidak takut menantang dirinya dengan tugas yang lebih berat, kita bagaimana? Kalau Tom Cruise bisa bekerja penuh dedikasi kayak gitu, kita bagaimana? Kalau Tom Cruise bisa konsisten 25 tahun lebih berkarya, kita bagaimana?

Saya termasuk jutaan orang yang senang menonton film yang dibintangi Tom Cruise. Mungkin anda juga. Tapi kalau cuma berhenti di situ, rugi besar. Mari kita belajar darinya. Even better, jadi seperti dia.  Membintangi film-film kehidupan kita itu dengan penuh dedikasi.


  1. hmmm… asyik juga. bayarannya juga gede. Saya sering membayangkan Josh Groban. Nyanyi-nyanyi gembira, eh dibayar…. Setelah itu jalan lagi ke kota dan negara lain. Belanja-belanja dulu. Malemnya nyanyi lagi, gembira. Eh, dibayar juga. Gede lagi…

  2. ayo kita ke gereja scientology, kayak om tom cruz.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: