Bila mahasiswa tidak mengerti kuliah…

Bila anda mengikuti kuliah atau kursus atau apapun, dan anda tidak mengerti, apa yang anda lakukan?

Saya percaya, kita harus mengkaji, apa persisnya ketidak-mengertian kita. Ada level-level ketidak menegrtian. Dengan mengerti kita berada di level mana, maka jalan keluar bisa dicari.

Saya mengalami hal ini ketika duduk di kelas Functional Analysis, di University of Manitoba. Pengajarnya dosen Matematika kelahiran Taiwan. Inggrisnya sangat beraksen Cina, sehingga cuma kami mahasiswa Asia yang mengerti dia ngomong apa hahaha. Mahasiswa asli Canada geram, karena mereka serasa sedang kuliah di Cina. Jadi yang dapat nilai A cuma mahasiswa Cina, India, dan … satu orang Indonesia (guess who..hehe).

Jadi Level Pertama ketidakmengertian kita adalah kendala bahasa. Kita tidak memahami kuliah karena keterbatasan bahasa. Nah, kalau ini masalahnya, jalan keluarnya adalah cari kelas dengan bahasa yang sesuai atau kursus bahasa dulu.

Level Dua adalah kendala prerequisite. Materi ini mengasumsikan penguasaan bahan awal yang mungkin kita tidak paham. Sebagai contoh, kuliah tentang Discrete Fourier Transform akan mudah dimengerti kalau kita punya dasar tentang Matriks. Jalan keluarnya jelas, segera kuasai prerequisite.

Level Tiga adalah logikanya tidak jelas. Argumen yang digunakan tidak well-developed, sehingga kita tidak bisa melihat logic nya. Jalan keluar: …ngacung dan nanya! “Pak/Bu,mengapa seperti itu, saya tidak paham…?” Dosen senang sekali ditanya seperti ini. You will be his/her favourite

Level Empat (nah ini yang top): logikanya tidak cocok dengan logika kita. Semua penjelasan bisa anda tangkap dan paham, tapi anda tidak bisa terima. Seperti Copernicus yang tidak paham ketika orang menjelaskan bahwa bumi lah pusat tata surya (or maybe the other way around, orang yang tidak paham Copernicus). Di sini terjadi diskusi menarik dan you get the joy of being in a university. Terjadi perang logika yang asik, dan berakhir dengan kemajuan ilmu. Kalaun anda ada di level ini, siap-siap lamar S3. You have got the right stuff for it.

Jadi, bila anda tidak paham materi dalam kuliah, wajar sekali! Namanya juga mahasiswa (kalau belum kuliah sudah paham kan, tukar tempat saja dong dengan dosennya). Tinggal how do you do with it will make the difference.


  1. Saya suka tulisan pak armien paragraf terakhir 🙂

  2. Orang Indonesianya sapa ya? Hi3x.(Pura2 ga ngerti)




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: