Sinergi Otak

Salah satu pemandangan yang sangat memusingkan saya adalah saat melihat puluhan ribu orang antri melamar pekerjaan.  Dan mereka memperebutkan hanya seratusan lowongan pekerjaan.  Kita belum memanfaatkan maksimal kemampuan otak kita, sehingga kita tidak match dengan kebutuhan dunia sekarang. Kalau sekolah meluluskan jutaan orang, dan mayoritas menganggur, mesti ada yang salah dalam pendidikan kita.  Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak mengajarkan sinergi otak.

Ekonomi hari ini adalah ekonomi otak. Kalau dulu ekonomi dunia didominasi oleh pertanian, industri, dan informasi, maka hari ini dunia masuk ekonomi pengetahuan dan ekonomi kreatif.  Bagian penting dalam ekonomi ini adalah otak kita.  Baik otak kreatif maupun otak ilmu.

Sayangnya kita tidak banyak tahu tentang otak kita.  Kita terima jadi seakan-akan kemampuan otak kita sudah maksimal.  Bahkan tanpa sadar kita menciderainya., melalui obat terlarang atau alkohol.  Padahal otak kita itulah modal kita terbesar.  Dan itu sudah dianugerahkan pada setiap orang tidak pandang bulu.  Yang perlu dilakukan adalah mensinergikannya.

Otak manusia terdiri dari Otak Besar, Sistem Limbik, Otak Kecil, dan Batang Otak.  Ketiganya harus bersinergi.

Mari kita tinjau otak besar (Cerebrum).  Otak besar ini mengendalikan kesadaran kita.  Disini pusat intelektual, imajinasi, dan kreativitas kita.  Di sini kita, secara sadar, menerima masukan melalui panca indera, memprosesnya, dan melakukan tindakan (action).  Informasi dari mata dan telinga tiba di otak besar bagian belakang, dan diproses secara intelektual dan kreatif di bagian depan.  Kalau kita perlu bertindak (bicara atau bergerak), maka otak bagian tengah melakukan perintah gerakan fisik.

Otak besar kita itu terdiri dair otak kiri dan otakkanan.  Otak kiri menangani tubuh bagian kanan, sedangkan otak kanan menangani tubuh bagian kiri.  Jadi jaringan saraf kita harus bersilangan di tengah otak.  Ini memungkinkan otak kita bersinergi.

Otak kiri adalah otak intelektual.  Otak kiri ahli dalam logika dan matematika, serta mampu melakukan analisa.  Orang pintar secara akademis memiliki kemampuan mengerahkan kekuatan otak kiri.

Otak kanan adalah otak kreatif dan imajinasi.  Otak kanan ahli dalam kreativitas seni.  Otak kanan banyak bekerja dengan aspek estetika.  Orang kreatif memiliki kemampuan mengerahkan kekuatan otak kanan.

Kita harus mensinergikan keduanya.  Kita harus membuat logika dan imajinasi bekerja, dalam dualisme yang berpadu.

Sistem Limbik (Limbic System) mengatur emosi dan perilaku kita.  Ia mengatur juga kelenjar hormon.  Emosi dan perilaku maha penting untuk sukses.  Otak kita bisa saja super cerdas, pintar dan kreatif dalam menghasilkan ide brilian.  Tapi tanpa emosi dan perilaku, ide brilian ini tidak terwujud.   Dengan kekuatan emosi dan perilaku maka hasil kerja otak besar dapat dieksekusi dan diwujudkan dalam tindakan fisik.

Kemudian ada otak kecil, cerebellum.  Otak ini sangat penting untuk mengkoordinasi persepsi dan motorik.  Kita bisa berdiri tegak dan berjalan dengan seimbang karena otak kecil.  Ia bisa mengantisipasi gerak kita.  Otak kecil membuat eksekusi kita berhasil.  Kualitas stimulus ke panca indera, dan kualitas tindakan fisik kita ditentukan oleh otak kecil.  Bintang ballet, sepak bola, musikus rockers misalnya adalah ahli dalam memanfaatkan otak kecil.

Batang otak (brain stem) juga maha penting.  Batang otak mengatur saraf panca indera dan motorik otot.   Batang otak mengendalikan pernafasan dan denyut jantung.  Ia seperti manager/regulator mengatur sistem otak dan saraf kita.  Ia menentukan kapan kita tidur.  Bahkan kesadaran kita (consciusness) ditentukan batang otak dan otak besar.

Jadi, there you go. Ada empat otak yang harus disinergikan: otak besar (kiri dan kanan), sistem limbik, otak kecil, dan batang otak.  Ide dan strategi brilian datang dari otak besar.  Ide dan strategi ini dikawinkan dengan emosi dari sistem limbik sehingga seluruh tubuh disiapkan untuk mengeksekusi ide ini. Otak kecil mengkoordinasi tindakan kita menjalankan strategi, dan kemudian batang otak memastikan badan kita melakukan langkah-langkah strategi brilian itu secara teregulasi.

Saya pikir ada suatu bagian dari pikiran kita yang perlu perhatian khusus: pikiran bawah sadar (subconscious).  Kita perlu melatihnya untuk membuat cerdas juga.  Belum banyak artikel yang memuaskan tentang pikiran bawah sadar ini.  Saya apa yang saya hendak sampaikan mungkin masih berupa spekulasi.

Dalam pengertian saya hari ini, pikiran bawah sadar itu mirip seperti operating system dan hardisk/CDROM di komputer.  Atau mirip program rahasia dalam ponsel (HP) kita.  Ia berfungsi dan bekerja tanpa kendali kita.  Kita hanya bisa mengisinya atau mengambil isinya kalau kita tahu caranya. Orang kebanyakan tidak pernah bisa mengaksesnya.  Pernah nggak mengalami ponsel kita (atau komputer kita) hang atau crash?  Dan kita tidak tahu mengapa, sampai harus di reset dan di restart lagi?  Nah itu contoh macetnya operating system atau harddisk/CDROM kita.

Kalau spekulasi saya itu benar, maka pikiran bawah sadar kita itu perlu dicerdaskan dan disinergikan juga.  Melalui bawah sadar kita perilaku kita itu ditentukan.  Anda yang pernah membandingkan Windows 98, Windows XP, Vista, MacOSX, atau Linux akan tahu bahwa cerdasnya operating system penting untuk perilaku komputer.  Dan di sana sumber banyak masalah, seperti virus, trojan horses, dan security breach lainnya.  Dan masalah-masalah ini masuk dan merusak tanpa bisa kita cegah.

Demikian juga kita harus melatih agar pikiran bawah sadar kita itu tidak diisi oleh hal-hal yang menakutkan, melainkan diisi oleh hal-hal yang menyenangkan.  Karena kalau ia berisi pikiran buruk, maka ia akan bekerja dalam tubuh kita tanpa bisa kita cegah.  Kita juga perlu menerapkan firewall, anti spyware, dan anti virus secara mental agar ia tidak masuk ke bawah sadar kita itu.  Dengan kata lain, setiap orang perlu menyaring informasi dan stimulus apa yang boleh masuk dalam otaknya, agar virus, spyware, dan trojan horses mental tidak masuk.

Spekulasi tentang alam bawah sadar ini bisa kita teruskan dengan ide bahwa melalui alam bawah sadar inilah kita kontak langsung dengan kekuatan Ilahi, sumber segala hikmat, sumber segala kecerdasan, sumber dari segala kreativitas dan ide brilian.  Kita bisa menggunakan indera kita.  Tapi kita tahu keterbatasan indera kita.  Kita tidak bisa mendengar suara di luar 20-20,000 Hz.  Mata kita tidak bisa melihat di luar rentang frekuensi merah dan unggu.  Saya pikir kekuatan Ilahi itu bisa masuk dengan lebih leluasa melalui alam bawah sadar.

Think about it.  Dulu saat mahasiswa saya memasukkan program selalu lewat keyboard dan terminal.  Komputer IMSAI dengan prosesor Z80 menerima program dengan switch.  Secara teori, kita bisa memasukkan program, katakan Office atau Webrowser, ke dalam komputer melalui keyboard.  Saya ketik programnya satu per satu.  Bisa, kan? Tapi it takes a long-long time.  Paling mudah adalah mengambil CD installer, memasukkan dalam CDROM, lalu dengan bantuan operating system, saya bisa menginstall program itu. Sepuluh menit sudah siap.  Tambah program baru?  Gampang.  Ambil lagi CD installer yang lain dan install ke hardisk, beres.  Atau melalui Internet.  Artinya mengakses pikiran orang lain.  Dan ini dilakukan oleh bagian bawah sadar.

Jadi, walaupun kita bisa punya kemampuan melalui proses panca indera dan proses otak sadar (otak besar cs itu), kita akan rugi besar kalau kita tidak memanfaatkan pikiran bawah sadar.  Orang yang super jenius adalah orang yang mampu mensinergikan otak sadar dan otak bawah sadar.  Orang yang cerdas adalah orang yang bisa menjaga proses produksi ide brilian, terutama dari pikiran bawah sadar.

Sebagai tambahan, kita pun perlu memastikan bahwa kita bergaul dengan orang dalam lingkungan yang sehat.  Karena banyak virus yang bisa menerobos masuk.  Kita harus pintar menyaring apa yang masuk.  Agar pergaulan kita menambah kecerdasan kita, bukan malah menambah kebodohan kita.

Nah, dengan otak yang sinergi, kita bisa punya ide dan strategi brilian.  Ini akan membuat orang berebut mencari jasa dan produk kita.  Dan situasi jadi berubah.  Bukan lagi kita antri melamar pekerjaan, tapi orang antri membeli jasa dan produk kita.


  1. kmastion

    saluut..what a brillian idea. 🙂

  2. HM

    Wow, bener jg.. Makany org yg negative thinking susah berhasil.. Krn OSny diisi hal negative semua.. Saya dgr2, manusia hanya dapat menggunakan kurang dr 10% otakny.. Ha3.. Manusia pintar tp ga kpake max otakny.. Bapa tau crny ato kiat2 biar qta dapat mendaya gunakan otak lbh max? Ato makanan apa yg baik untuk otak? Tq..

  3. Ian

    dapet dari mana yaaa luar biasa sekali??????????????????????????????




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: