Durian vs Kedondong

Ada pendapat orang seperti durian. Luarnya berduri, tapi dalamnya lezat ditelan. Sebaliknya, ada yang seperti kedondong. Luarnya bagus, tapi dalamnya berduri tidak bisa ditelan.

Di tempat kerja saya punya teman, yang kalau bicara suka nyebelin. Gaya bicaranya terkadang tengil. Tapi saya perhatikan, orang ini sangat komit. Get things done. Dan kalau berjanji pada saya, pasti ia tepati.

Semakin lama, semakin hormat saya kepadanya. Saya tidak peduli lagi gaya bicaranya. Karena saya bisa melihat beyond gaya. Seperti melihat durian menembus kulitnya.

Sebaliknya ada teman lain, kalau bicara selalu benar. Tidak ada salahnya. Sayapun mengakuinya. Tapi saya perhatikan, tidak ada perubahan yang diperjuangkannya. Malah, dibalik ucapan nya, yang memang faktual, benar, ada niat untuk “meluruskan” orang lain. Seakan-akan orang lain bengkok.

Saya juga respek pada teman ini. Tapi beda. Saya melihatnya seperti kedondong. Yang enak di kulitnya, tapi tidak akan saya telan isinya.

Teman selalu membawa perubahan dalam diri saya. Tapi saya memilih untuk berubah mengikuti si durian, bukan si kedondong.


  1. hengky

    hayoo..sebutkan nama pak…hehehe

  2. orang banyak milih durian gan.. belah durennya.. hehe

  3. jtxmisc

    bener gan, teknologi berkembang sangat cepat seperti waktu… secepat kilat , wah ini benar yah? terima kasih sekali infonya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: