Eye Center and Cicendo

Anda lebih setuju mana? Layanan publik diurus swasta atau pemerintah? Bolehkah rumah sakit dikomersialisasikan atau tetap harus non profit dan demi kemanusiaan? Belajar dari mengurusi kesehatan mata di RS Cicendo dan Bandung Eye Center (BEC), saya pikir harus dua-duanya, ya?

Pada umur segini, lensa mata saya sudah minus tiga. Jadi saya suka pusing melihat jauh. Kalau sedang menyetir, saya tidak bisa membaca petunjuk jalan. Kalau sedang jalan di kampus, mahasiswa sudah mengangguk memberi hormat, saya tidak lihat. Kata Ina ada untungnya, kalau ada yang mengerling mengoda, percuma, lha saya tidak bisa lihat hehe. Saya butuh kacamata yang tepat.

Urusan ini memusingkan, sehingga saya butuh pertolongan medis. Ke mana lagi kalau bukan ke RS Mata Cicendo. Cuma ada masalah. Meskipun pegawai di sana baik dan ramah, ujungnya saya tidak terlayani. Sudah tiga kali saya mencoba. Antriannya panjang. Loketnya banyak. Dan pelayanannya massal. Berkali-kali terjadi setelah saya menunggu sejam, saya menyerah, dan pulang.

Jadi saya datang saja ke optik, kemudian petugas optik melakukan pengukuran lensa mata saya. Biasanya itu cukup.Saya beli kacamata dengan ukuran sesuai hasil pemeriksaan pelayanan toko.

Cuma dalam hati kecil, saya merasa terganggu. Apa benar pelayan toko itu punya kemampuan mengukur seperti ini? Lagipula ini kan urusan mata yang sangat sensitif. Salah-salah saya nanti makin pusing dan mata saya tambah sakit.

Terakhir saya membeli kacamata dan saya tidak suka. Dipakai kok pusing. Mata cepat lelah.

Kamis kemarin saya memutuskan untuk pergi ke Bandung Eye Center, di Jalan Sumatera. Begitu masuk kita seperti berada di lobby hotel. Di layani dengan cepat. Di bawa ke ruang pemeriksaan fisik dan visual. Diukur dengan alat. Kemudian konsultasi dengan doketr spesialis mata. Di ruangnyapun tetap diperiksa ulang. Praktis ada tiga kali pemeriksaan ukuran lensa mata. Baru saya mendapat resep kaca mata. Semua dilayani dengan ramah, full senyum.

Untuk semua layanan yang memuaskan ini, saya harus membayar Rp 140 ribu (Rp 75 ribu untuk dokter spesialis, Rp 15 ribu untuk pemeriksaan dengan alat, Rp 15 ribu untuk pemriksaan visual, dan Rp 35 ribu untuk adminsitrasi).

Memang lebih mahal ketimbang ke RS Cicendo. Tapi saya sudah tiga kali mendaftar di sana, menunggu, ujungnya saya menyerah dan tidak terlayani. Murah tapi tidak terlayani rada percuma juga bukan? Jadi saya pikir di Bandung Eye Center layanannya worth the money. Sudah dua hari ini saya menikmati penglihatan yang jelas dan nyaman, berkat kacamata hasil pemeriksaan di BEC.

Duduk perkaranya di mana? RS Cicendo itu layanan publik dengan prinsip non profit dan menjangkau seluruh masyarakat termasuk yang tidak mampu. BEC saya rasa punya konsep profit. Dia memberikan layanan publik, tapi pendirinya mengharapkan profit. Minimal ini yang saya simpulkan sementara.

Dua-dua diperlukan. Dan dua-dua perlu saling berkompetisi namun saling melengkapi. Kesamaannya adalah bahwa keduanya terikat kode etik untuk memperlakukan pasien dengan semangat sesuai sumpah jabatan dokter. Perbedaan nya ada di cara memberikan layanan serta tingkat kenyamanan. Saya kira sepanjang tarif BEC diregulasi dengan baik, dan kode etik ini tetap dijaga, tidak masalah ada RS macam BEC.

Mirip seperti SPBU Pertamina. Layanan publik itukan milik perorangan, yang mendirikan SPBU dengan tujuan bisnis, tujuan profit. Tapi sepanjang tarif bensin diregulasi, dan meteran bensin di tera dengan teratur, maka tidak masalah. Mereka sekarang bersaing dengan layanan lain, adu senyum, adu ramah.

Pendapat saya, silahkan berbisnis layanan publik. Tapi fungsi, kualitas, serta harga harus di regulasi masyarakat atau pemerintah.


  1. Hati-hati pak nanti dituduh pencemaran nama baik?😀

  2. revi

    terima kasih ya pak infonya.. Saya sekarang memang sedang membutuhkan informasi tempat pemeriksaan mata yg bagus di bandung..

    memang benar, temen saya jg menyarankan 2 tempat ini, RS Cicendo dan Bandung Eye Center. Dua-duanya bagus (menurut temen saya-dilihat dari kualitas dokternya) tp saya akhirnya lebih memilih BEC karena gak perlu ngantri terlalu lama. Klo memang punya waktu seharian n pengen harga murah bisa ke Cicendo, tp klo gak punya waktu byk dan ada rejeki yg cukup bisa ke BEC..

    Pilihan ada di masing-masing individu.. Dengan adanya 2 pilihan tersebut, masyarakat bisa bebas memilih yg sesuai dg kebutuhannya..

    Terima kasih sekali lagi infonya ya pak..

  3. Rie

    makanya pa kalo ke cicendo jangan yang didepan, pasiennya itu banyaknya dari semua kalangan masyarakat. bahkan banyak yg menggunakan Jamkesmas. Jiga mau berobat ke cicendo, coba ke Ruang paviliun pendaftrannya 80 ribu, ruangannya juga lebih nyaman….maklum pelanggan pavilliun Cicendo dari mulai suami, mertua, pe ponakan ke sana semua😉

  4. Maaf sy mw tanya klo udh dpt resep kacamata apa ada salah satu optik yg di tunjuk utk bikin kacamata yg sesuai resep apa di bikin di BEC langsung? Terima kasih.

  5. sartika rany

    Apa ada lowongan buat lulusan D3 Refraksi Optisi ??
    Mohon infonya




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: