Konsep Tit-For-Tat

Jaman sekarang adalah jaman kerjasama. Praktis mereka yang cerdas bekerjasama bisa mengalahkan mereka yang tidak. Tapi bagaimana formula, strategi atau best-practice untuk bekerjasama? Kalau kita tidak saling percaya, kita sukar bekerjasama. Sebaliknya, bila kita percaya orang, dia bisa saja menipu kita. Masalah ini dimodelkan melalui Game Theory. Strategi yang paling sukses disebut Tit for Tat.

Strategi Tit for Tat ini diperkenalkan oleh Anatol Rapoport di tahun 1981 pada semua kompetisi. Kompetisi ini mencari strategi yang paling pas dalam menghadapi Dilemma Tahanan (Prisoner’s Dilemma). Robert Axelrod membuat kompetisi untuk mencari jalan terbaik yang dihadapi seorang tahanan di penjara.

Bayangkan ada dua orang ditahan polisi karena dituduh bersekongkol melakukan kejahatan. Keduanya disimpan dalam sel yang terpisah, dan polisi mencoba membuat keduanya saling mengadu satu sama lain. Kalau keduanya sama-sama menolak melaporkan satu sama lain, keduanya akan bebas. Kalau yang satu berkhianat, maka ia akan dibebaskan dan mendapat hadiah, sedangkan temannya akan dipenjara lama. Kalau keduanya mengaku, maka keduanya akan dihukum ringan. Kalau keduanya saling berkhianat, maka dua-duanya akan dipenjara lama.

Nah, kalau anda adalah salah satu tahanan ini, anda harus bagaimana?

Tentu maunya jangan ada yang berkhianat, sehingga keduanya selamat. Tapi kenyataannya, tidak selalu bergitu. Sehingga Axelrod mengkompetisikan strategi mana yang dalam jangka panjang bisa akhirnya membuat hasil yang terbaik untuk kedua tahanan ini. Jangka panjang, artinya persitiwa ini diulang-ulang terus (kasarnya, keduanya tertangkap lagi berkali-kali, dan harus menghadapi dilemma ini lagi).

Dari strategi yang masuk, Axelrod mensimulasikannya di komputer. Dan pemenangnya adalah strategi Tit For Tat.

Garis besar strategi ini adalah sebagai berikut:

  1. Saat ditangkap pertama kali: Jangan berkhianat.
  2. Saat ditangkap selanjutnya: Lakukan apa yang dilakukan partner pada saat ditangkap sebelumnya. Bila dia berkhianat, kita sekarang berkhianat.

Jadi Tit for Tat adalah strategi kerjasama berbasis saling membalas.

Kompetisi ini dimodifikasi agar jumlah pengulangan bisa lebih random. Hasilnya, fitur Tit for Tat yang unggul adalah:

  1. Jangan pernah menjadi yang pertama untuk berkhianat.
  2. Membalas berkhianat hanya setelah teman kita sudah berkhianat.
  3. Memaafkan setelah melakukan satu kali pembalasan.
  4. Strategi ini digunakan bila probabilitas akan tertangkap dengan orang yang sama melebihi 2/3.

Baik, mungkin kita bingung, buat apa kita membahas Tit-for-Tat ini?

Saya pikir ini konsep yang sangat penting dalam membangun kerjasama. Baik di masyarakat, kantor, bisnis, atau bahkan bersahabat. Kita tahu pahitnya dikhianati. Tapi bila kita kemudian saling berkhianat, semua rugi. Bagaimana dong? Nah, menurut simulasi komputer Axelrod, strategi Tit for Tat adalah yang terbaik bagi kita yang ingin membangun kerjasama jangka panjang.

Dia bilang, jangan pernah mulai berkhianat pada seorang sahabat atau partner bisnis. Tapi kalau dia berkhianat, anda harus menghukumnya. Tidak boleh dibiarkan. Tidak boleh kita baik terus, nanti kita terhukum berat terus. Tapi, setelah satu hukuman pembalasan, anda harus memaafkannya dengan mempercayainya lagi. Jangan terus-terusan membalas/menghianatinya. Supaya kerjasama dan persahabatan bisa terbangun jangka panjang.

Menarik ya?

Advertisements

  1. dikshie

    strategi ini juga yng dipakai oleh Bittorrent (protocol P2P paling populer saat ini).

  2. stwn

    menulis ini tidak setelah membaca wawancara linus torvalds, geek of the week kan pak? 😉

  3. Konsep sains dan teknologi selalu berdasar pada nilai-nilai positif dan universal yang sebenarnya dikenal oleh setiap manusia.

    Masalahnya, inventor adalah mereka yang beruntung yang memiliki waktu tepat untuk menggagasnya.

    Semoga kita termasuk yang beruntung itu …

  4. Menciptakan masyarakat yang saling memercayai bisa dimulai di sini, dunia maya. Komentar dan respons untuk saling menguatkan hubungan kemanusiaan adalah cara sederhana untuk mewujudkan masyarakat yang saling memikul amanah.

    Dari yang kecil, kita menuju besar. Atau, dari kumpulan yang kecil akhirnya menjadi besar.

  5. Rhino

    Pasti Axelrod lupa memasukkan simulasi KPK Code

  6. Plokmaster

    Nice post! Thanks for the info… Have a nice day!

  7. no one

    then it’s against the law of love and forgiving from bible….

    but again “revenge is a dish best serve cold”

  8. saya suka penjelasan bapak.
    simpel dan jelas tp tetap berbobot.
    salut 😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: