To Be A New Person

Akhirnya kita hanya bisa sukses belajar kalau kita bermaksud menjadi orang yang baru. A new person.

Maksudnya bagaimana?

Saya pikir-pikir lagi, di mana letak kesulitan orang belajar? Saya menemukan siswa atau mahasiswa yang pintar-pintar, berpotensi besar, tetapi tidak berhasil dalam ujian.

Di kuliah saya misalnya, tetap saja ada yang tidak lulus. Padahal pesertanya mahasiswa ITB. Dosennya saya gitu lho. Kombinasi yang cannot go wrong, right 🙂

Nah, ternyata ada mahasiswa belajar hanya untuk lulus ujian. Itu masalahnya. It is not fun at all.

Saya pikir yang paling tepat adalah kita belajar agar kita menjadi manusia baru. A different person. A new person. Tanpa niat ini, berat…

Misalnya anda belajar fisika. Itu otomatis berarti anda harus menjadi fisikawan. Tidak bisa tidak. Kalau tidak, maka berat. Otak anda dijejali dengan sesuatu yang bukan diri anda, atau bukan cita-cita anda.

Anda belajar matematika, mesti dalam spirit hendak menjadi matematikawan. Anda belajar sejarah, mseti agar anda bisa menjadi sejarawan. Anda belajar bahasa Jepang dalam rangka mau menjadi orang Jepang, atau mau tinggal di Jepang.

Ah, mungkin anda protes, tidak setuju. Berat kalau begini.

Hei, cobain dulu. Kalau anda berhasil menuruti nasehat saya ini, maka anda akan memiliki attitude yang tepat untuk pelajaran itu. Otak anda akan reseptif. Lihat akibatnya pada kinerja belajar dan ujian.

Kalau anda masih tidak setuju, pertanyaan saya sederhana. Ngapain ambil kuliah itu at the first place? Buang-buang waktu.

Jadi mulai sekarang, mantapkan hati anda.  Anda hanya akan belajar sesuatu karena anda ingin menjadi a new person. A better one.

Advertisements

  1. kanadi

    saya akan coba Pak.. =)

  2. makasih, Pak.. =)

  3. Senada dalam posting sebelumnya: Belajar artinya berubah. Pasalnya sekarang banyak yg ingin seperti Power Rangers, dalam sekejap berubah ! wuss …

  4. Sayangnya 20 sks dalam 1 semester … apa cukup waktu untuk memahami dan membumikan tiap mata kuliah itu dalam sanubari sehingga menjadi different person ?

    Saya suka dgn mata kuliah eksakta apa saja, apalagi bidang subjur saya. Tapi ada saatnya mentok juga, lihat dulu ada matakuliah fisika dan kemagnetan dari FI. Ketemu dosen sekali seminggu, tapi materinya rrruaarr biasa, mgkn rangkuman dari medan elmag 1 dan 2 di jurusan EL 🙂 Pesertanya mgkn gabungan 5 angkatan (yg belum lulus, sehingga perlu cuci gudang sering). Nah ini salah siapa … Jujur saya belajar demi lulus saja, alhamdulillah I can get rid of it just in one take, dapat B.

    Ada juga dulu kuliah EL: dasar komputer, isinya belajar fortran, asm, dan … nah ini juga sekali seminggu dan perlu latihan terutama programming. Alhasil kurang memuaskan, lulus pun pas-pasan. Padahal dgn perjalanan waktu materi kuliah ini sebenarnya menyenangkan dan akan terpakai sampai kapanpun, hanya saja waktu 1 semester dan materi yg terlampau dipaksakan tidak akan membuat seseorang cinta dan punya good attitute terhadap subjek tsb.

  5. desi

    Terima kasih pak, berkat ucapan bapak saya termotifasi untuk mengikuti cara befikir dan belajar bapak. Doakan saya berhasil. Saya mahasiswa tingkat 1 pendidikan manajemen bisnis upi.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: