Awet Muda vs Umur Panjang

Kayaknya aklamasi deh: semua ingin awet muda. Dan mayoritas ingin umur panjang. Ini dua hal yang berbeda. Apa sebenarnya yang kita cari?

Marco anak saya yang bungsu pernah menertawakan Ina ibunya. Ibunya menemukan iklan obat yang konon bisa membuat kulit wajah awet muda. Terus Marco nanya, “Umur kita tambah panjang nggak?”. “Ya nggaklah”, jawab Ina. “Ya atuh percuma lah kalau gitu…”, seru Marco sambil geleng-geleng.

Karena dalam pikiran Marco, awet muda berati nggak mati-mati. Muda itu baginya, dan bagi logika sederhana, adalah soal usia relatif sedikit ketimbang usia total. Jadi obat awet muda berarti obat yang memperpanjang umur.

Tapi bagi Ina, dan kebanyakan ibu-ibu, awet muda itu adalah kesan yang ditimbulkan pada aorang lain. Tidak peduli usia kita sebenarnya berapa, kalau orang menebak usia kita lebih muda, maka kita awet muda.

Saya kira kalau kita ingin usia panjang, maka kita harus jaga makanan, rajin berolahraga, jaga kesehatan, dan hati-hati di jalan. Sambil kita berharap pada saat kita berusia lanjut, kita masih bisa mandiri, dan tidak menyusahkan orang lain.

Tapi kitapun harus bertanya, memangnya kita ingin hidup seberapa lama? 100 tahun? 200 tahun? seribu tahun?

Akhirnya kita tiba pada konsep lain. Kita di dunia ini harus menjalankan tugas. Maka kita ingin hidup lama, kalau tugas itu makan waktu lama. Tapi kalau tugas kita sudah selesai, kegunaan kita sudah selesai, kita sudah selesai. Dan mati.

Maka saya ingin hidup saya umur panjang, tapi jangan terlalu panjang. Cukup lah kalau tugas dan kegunaan saya sudah selesai, maka saya juga selesai.

Jadi orang yang ingin berusia panjang, hendaklah selalu menjalankan tugasnya dan selalu membuat dirinya berguna. Kalau kita sudah merasa tidak berguna, maka tubuh kita akan segera merosot, dan ajal akan menjemput.

Itu tentang umur panjang. Nah, kalau awet muda, bagaimana?

Yah, buat apa sih? Itu kan cuma untuk memuaskan rasa bahwa kita masih menarik, masih cantik, ganteng. Lha buat apa? Apa mau kawin lagi? Itu sebenarnya trivial.

Kalau kita sudah punya orang-orang yang kita cintai seumur hidup, kita tidak perlu cemas lagi urusan yang seperti ini. Kita selalu menikmati kehidupan, hati gembira, penuh kasih sayang.

Dan realitasnya, orang yang selalu gembira, bersyukur, take it easy, biasanya ya itu, kelihatan awet muda.

Tapi itu hasil sampingan, bukan tujuan utama.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: