Good to Awesome

Jangan hanya baik. Harus menakjubkan.

Saat Anoop  dan Lil harus keluar dari kompetisi American Idol, semua sedih. Tapi tidak kecewa. Mereka bagus.  Jauh lebih bagus dari ratusan juta orang. Tapi tidak awesome. Beda misalnya dengan Adam Lambert.  Merinding melihat Adam bernyanyi.

Mengapa harus settle pada level baik? Padahal setiap orang bisa menakjubkan pada bidang yang dipilihnya.

Ambil contoh lagi misalnya soal capres dan cawapres Indonesia. Semua politisi memang bagus. Tapi orang malas mendengar manuver-manuver yang terjadi di belakang layar.  Karena ini menghasilkan presiden yang tidak menakjubkan.

Manuver di belakang layar itu analogi dengan penyanyi Idol diam-diam bikin deal-deal dengan sesama penyanyi dan tim juri. Apanya yang asik?

Beda sekali dengan epik drama Obama. Terjadi di depan rakyat. Di lapangan. Awesome.

Mari kita tinggalkan sikap sekedar bagus.  Apalagi minimalis. Belajar menakjubkan. Awesome. Itu yang kita belajar dari Obama. Dan Adam Lambert.


  1. when better is possible, then good is not enough …

  2. the question is “how do we know when awesome is possible”?

  3. Liat banyaknya posting per bulan di blog ini, awesome




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: