KDE Plasma

KDE 4.2 bagus sekali. Warna dekstopnya sangat artistik. Layak dicoba.

Ada dua besar desktop untuk Linux: Gnome dan KDE. Ubuntu by default menggunakan Gnome. Kita bisa menginstal Kubuntu, yakni Linux Ubuntu dengan desktop KDE. Tapi Kubuntu kalah populer.

Sudah lama saya menggunakan Gnome, padahal saat saya pertamakali berkenalan dengan Linux, saya menggunakan KDE. Dulu saya rasa KDE terlalu ramai. Jadi saya settle dengan Gnome. Apalagi begitu instal Ubuntu, otomatis Gnome yang keluar.

Tapi sudah lama saya dengar proyek KDE 4, dengan teknologi Plasma. Saya jadi ingin mencoba. Dengan dirilisnya Ubuntu 9.04 saya bisa punya kesempatan mencoba KDE 4.

Kemarin sore saya mencoba menginstal KDE di Ubuntu saya. Caranya gampang, tinggal menginstal paket kubuntu-desktop. Jadi saya bisa menjalankan KDE tanpa harus membuang Gnome. Maksudnya nanti kalau ternyata saya tidak suka KDE, saya bisa kembali ke Gnome.

Wah ternyata KDE 4 bagus banget. Saya suka. Jadi saya set KDE menjadi default. Untuk sementara Gnome istirahat dulu.

Kalau sudah bosan dengan Windows (atau Macintosh) dan ingin coba Ubuntu, saya pikir versi Kubuntu itu menarik juga.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: