Ribut-Ribut Namru 2

kita perlu jernih melihat kasus Namru. Jangan sampai kita rugi karena kehilangan laboratorium kelas dunia.

Mengikuti perdebatan soal Namru 2, kita mudah terbawa emosi nasionalisme. Kita sering mendengar argumen bahwa Namru itu agen asing. Mata-mata. Mencuri virus. Negara dirugikan. Sekilas saya sama dengan banyak orang, tidak senang mendengar semua ini.

Tetapi setelah saya memikirkan hal ini lebih serius, saya menemukan banyak hal yang mengganjal.

Namru 2 itu laboratorium medis angkatan laut AS. Ternyata ada seribu peneliti yang bekerja setiap hari. Wah, menurut saya ini aset besar!

Apa anda sudah pernah menengok unit-unit riset di Indonesia? Nyaris tidak ada yang serius. Kebanyakan cuma di atas kertas. Para peneliti sibuk urusan ini urusan itu. Sibuk dengan anggaran dan proposal. Tapi nyaris tidak ada yang serius.

Sudah lebih dari sepuluh tahun saya ikut mengurusi riset di tanah air, dan bisa saya bilang banyak riset kita itu terlalu dangkal, terlalu trivial, dan tidak sungguh-sungguh. Coba periksa waktu yang dihabiskan tiap hari dari seorang peneliti di Indonesia. Nyaris tidak ada yang dihabiskan di dalam lab. Melihat tayangan di TV ada 1000 orang setiap hari meneliti di Namru 2 itu seperti melihat miracle.

Menutup lab kelas dunia seperti ini dengan alasan yang sarat politis menurut saya adalah keputusan yang tidak bertanggung jawab.

Saya pikir mungkin kita tidak senang karena Namru 2 itu adalah unit militer AS. OK, saya juga kurang sreg dengan hal ini. Lebih baik lab ini diteruskan tetapi dengan peneliti sipil AS. Jangan yang militer. Yang penting ada lab kelas dunia di Indonesia, di mana ada seribu anak bangsa betulan melakukan riset tiap hari.

Kemudian soal virus. Tentu kita tidak boleh sombong menghalangi riset dunia untuk memperoleh vaksin flu burung atau flu babi. Kan kasihan umat manusia. Tetapi saya setuju sekali bahwa riset ini harus dilakukan di tanah air, minimal secara paralel. Kita termasuk negara dengan korban flu burung dan flu babi yang besar. Maka wajar sekali ada kompetensi mengatasi ini di negara kita.

Terakhir, apakah kegiatan kerjasama riset ini membuat negara kita rentan intel asing? Wah, setahu saya negara kita ini sudah bocor sana-sini. Siapa yang menjamin tidak ada agen asing di mana-mana? Kalau koruptor di mana-mana, apa susahnya negara asing membeli informasi dari para koruptor?

Poin saya, kalau kita mencurigai Namru 2 atau badan sejenis melakukan tindakan intelijen asing, tidak usah ribut-ribut. Langsung bertindak melakukan penyelidikan. Bentuk tim untuk menyelidiki hal ini. Mirip Densus 88 itu. Nah kalau sudah ada laporan yang jelas, baru kita bertiundak. Bukan saja ditutup, seluruh yang terlibat harus ditangkap dan diadili. Yang benar kan seperti itu?

Jadi, kembali ke pokok persoalan. Saya sangat menilai tinggi adanya laboratorium kelas dunia di Indonesia, khususnya yang berisi peneliti Indonesia. Jangan sampai ribut-ribut politis membuat laboratorium kelas dunia harus bubar.


  1. di Indonesia banyak juga pusat riset yang “namru” pak ! (“namru” dlm bhs sunda artinya kurang lebih “teronggok begitu saja”) … 🙂

  2. pa oemar, itu mah namBru 🙂 B nya kemana? Ga boleh korup, xixi.

    pa armein, apa namru 2 berisi peneliti anak bangsa? seberapa banyak ya?

  3. @pbasari, kan B-nya memang “tipis” malah kalau B-nya terlalu “kental” nanti jadi malah medhok … hehehe (halah dibahas!) …

  4. Hendarto

    Mas Armein, Saya punya pemikiran yang berbeda dalam mengambil kesimpulan dan bersikap. Kesimpulan pertama adalah bahwa sikap patriotisme bela negara adalah harga mati yang harus kita perjuangkan apapun taruhannya. Kesimpulan kedua adalah bangsa ini perlu membangun persatuan dan kesatuan yang utuh, jadi kalau ada pengkhianat bangsa dan negara yang langsung saja ditebas habis tanpa kompromi, kesimpulan ketiga, every body knows about the reputation of USA. Jadi sikap kita harus tegas dengan kesimpulan yang jelas. HARUS KAFFAH TIDAK BISA SETENGAH-SETENGAH, and the rest berserah diri kepada Allah SWT, semoga para pemimpin kita diberikan hidayah untuk mulai membangun pusat riset yang bagus, yang difungsikan secara maksimal untuk kepentingan kemanusiaan. Ini adalah konsekuensinya, Ya harus mau bersusah payah membangun sendiri dengan tujuan yang mulia, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan dan keberhasilan.

    Salam Perjuangan

    Hendarto

  5. Isye Soentoro

    Pak Armein, bolehkah tulisan anda ini saya muat dalam buku saya, saya sedang menulis buku tentang Bu Menkes yang baru.Saya ingin sekali memuat tulisan ini tentunya dengan mencantumkan nama bapak sebagai penulis. Semoga mendapat tanggapan yang pisitf, saya menunggu jawaban.
    Salam saya.

  6. Isye Soentoro

    maaf koreksi sedikit, itu maksudnya positif pak…salah ketik.

    • azrl

      Silahkan, dengan senang hati

  7. Susahnya, kalau kita membaca atau mendengar berita, sering antara fakta tercampur dengan opini…dan ini membuat pusing.
    Dan saya setuju pendapat bapak di atas, kita jangan menghakimi untuk hal yang kita tak tahu apa sebenarnya yang terjadi, dan apa faktanya.

    Dan kejadian seperti ini sering terjadi di negara kita. Sedih :((

  8. Isye Soentoro

    Terima kasih banyak ya Pak Armein.

  9. Isye Soentoro

    Yth. Pak Armein
    Buku saya sudah kelar judulnya Selendang Panjang Bu Menkes. Semoga minggu depan sudah muncul di Gramedia. Bila Bapak sedang berada di Jakarta silakan datang ke acara launchingnya pada Senin, 25 Januari 2010 jam 15.00 di Perpustakaan Kementrian Pendidikan Nasional (Gedung A) Jl. Jend Sudirman Senayan Jakarta.
    Terima kasih saya ucapkan atas kerjasamanya.
    Salam,
    Isye Soentoro




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: