Tim Work Kabinet

“Saya paling tidak suka kalau menteri di cari satu jam, dua jam tidak ada, meskipun hari libur,” tegas SBY. Hehe, rasain.

Setiap pemimpin punya gaya memimpin. Dan SBY menegaskan gayanya dalam sidang kabinet. Menteri harus selalu ada kalau dicari. Harus selalu menjalankan keputusan presiden. Tidak boleh menentang presiden. Loyalitas ada pada presiden. Jelas tergambarkan bahwa menteri itu adalah pembantu presiden.

Kata orang SBY tidak tegas. Well, dalam hal ini SBY sangat tegas. Dia mau dipatuhi.

Memang tidak terbayang kacaunya pemerintahan kalau timwork kabinet tidak jalan. Kalau menteri seenaknya, dicari tidak ada. Kalau presiden dilawan.

Ini rupanya perlu dilakukan mengingat dalam kabinet itu ada banyak orang pemimpin partai. Ketua umum. Bekas ketua ini itu. Jadi semua sudah terbiasa berkuasa. Semua terbiasa jadi boss.

Dan lebih parah lagi, banyak tukang ngomong. Kalau bicara di TV, koran dan seminar, jago. Tapi dalam eksekusi, tidak bisa dan tidak mampu.

SBY dengan tegas meletakkan semua boss-boss kecil ini dalam posisi yang dia inginkan. Sebagai pelaksana. Pembantu. Eksekutor. 24 jam sehari.

Hehe, makanya kata siapa jadi menteri itu enak. Apalagi bagi orang-orang yang punya jiwa merdeka. Punya jiwa pemimpin. Punya jiwa pelopor. Punya jiwa pemikir. Anda tidak akan betah dalam kabinet SBY.

Orang seperti Sukarno, Mandela dan Obama tidak akan senang menjadi menteri seperti ini. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton pun harus diperlakukan khusus oleh Obama. Obama memang sedang belajar untuk bisa menyamai Abraham Lincoln, yang mampu membentuk tim kerja dengan orang-orang yang menjadi lawannya. Merekrut orang-orang yang mampu mendebatnya, yang mampu melawannya.

Tapi tidak semua gaya pemimpin itu sama.

Kembali lagi, semua tahu bahwa kewajiban SBY untuk menset tone awal, aturan main, tim kerja. Ini diperlukan agar kabinet bisa efektif. SBY bisa efektif memerintah.

Tapi saya melihat sadar atau tidak SBY sudah menetapkan hanya boleh ada satu matahari dalam pemerintahan, yakni SBY. Semua yang ia pilih dalam kabinet tidak ada yang diberi peluang menandinginya. Wapres pun tidak. Ini kombinasi star CEO dan komando militer. Ini pemimpin level 4 menurut Collins.

Saya hanya teringat hal yang sama terjadi di zaman akhir orde baru. Semua menteri itu patuh mutlak pada Suharto. Begitu Suharto terpojok, hampir semua menterinya menghianati Suharto. Hanya satu-dua menteri, termasuk rektor saya Wiranto Arismunandar, yang punya integritas, berani melawan tekanan untuk mengkhianati presidennya. Saya tidak menyukai pemerintahan Orde Baru. Tapi saya punya rasa hormat pada mereka yang berani mempertahankan integritasnya, saat seluruh dunia menekan mereka. Sayang itu cuma sedikit sekali ada dalam kabinet tersebut. Dan orang-orang yang sangat patuh dan menjilat Suharto pun dengan gagah berani di depan TV menyerang Suharto.

Itu bayarannya kalau punya menteri yang hanya untuk dijadikan pembantu.


  1. Hanya boleh ada satu matahari sampai 2014 … makanya menteri-menteri yg dipilih ya yg seperti itu … hehehe🙂

    • aha

      hanya boleh ada satu matahari, berarti satu saat ia akan tenggelam, dan kita kegelapan..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: