Archive for the ‘Renungan’ Category

The power of dreams memang bisa powerful.  Persoalannya impian itu bisa baik bisa buruk.  Dan dua-duanya powerful.

Continue Reading »

Saya dulu senang mengkritik.  I even enjoyed it. Saya senang karena dua hal.  Pertama ini memberikan perasaan serba tahu, menemukan apa yang orang lain tidak tahu.  Kedua, saya merasa superior, berbeda dari mereka yang saya kritik itu.  Dan yang paling menyenangkan, status serba tahu dan superioritas ini saya peroleh dengan cara yang mudah: tinggal buka mulut.

I don’t enjoy it anymore.  Masih suka terjadi, tapi saya sudah tidak menikmatinya lagi…

Continue Reading »

Mimpi seorang eksekutif muda membuatnya gelisah.  Ada pintu yang melambangkan masa depannya.  Dan ia berusaha keras mendorongnya untuk membukanya, tapi tidak bisa.

Continue Reading »

Seorang pendeta di pelosok Kamboja diancam gerombolan pengacau komunis bersenjata. Hari Minggu siang, ibadah gereja penuh. Dan dari mimbar, pendeta berseru, “Apakah kita takut pada gerombolan..?”, “Tidaaak..!” sahut jemaat dengan mantap mendukung pendeta.

Tiba tiba, braakk! Pintu depan terbuka paksa, dan masuklah gerombolan ini.

Continue Reading »

Kocak ala Ina (1)

Ini dari Ina, dari buku renungan Manna Sorgawi (Mansor) yang sering dibacanya.

Si pedagang pelit berontak waktu di kirim ke neraka. Katanya tidak adil, karena dia pernah berbuat baik. Akhirnya dia diantar malaikat neraka ke pos penjagaan pintu sorga untuk di cek kebenaran klaimnya.

Continue Reading »

Mungkin semua sudah tahu.  Seperti diduga, jagoan saya Obama kalah dari Hillary Clinton tadi pagi di negara bagian Pennsylvania.  Rada telak juga.   OK, so what?  Yang menarik untuk dipelajari sekarang adalah apa yang akan dia lakukan berikutnya.

Continue Reading »

Menyikapi kegagalan

Kegagalan dan keberhasilan ada dua realitas hidup.  Orang menyenangi keberhasilan dan menghindari kegagalan.  Namun adakalnya kegagalan terasa sangat pahit, sehingga kita trauma.  Kita kapok. Dan trauma ini membuat kita tidak mau lagi mencoba.  Barangkali kita perlu mendengar apa yang terjadi dengan Booklyn Bridge di New York.

Continue Reading »

Bagaimana membuat jatuh cinta?  Ini juga rahasia kehidupan yang harus dikuasai siapapun dan profesi apapun.  Don’t get me wrong. Ini bukan cuma soal cinta pria dan wanita.  Cinta pria dan wanita ini bisa diperluas ke dalam apapun yang kita kerjakan.

Continue Reading »

Seorang suci heran.  Saat dia mati, malaikat mengantarkannya untuk tour ke neraka dan surga.  Lho kok sama?

Continue Reading »

Kalau bekerja jangan mencari uang, kalau mencari uang jangan bekerja…

Itu nasehat rekan saya Dr Joko Siswanto dari TI.  Dipikir sejenak lucu.  Tapi dipikir lebih dalam, benar juga ya…

Continue Reading »

Presiden Harry Truman mempopulerkan istilah “the buck stops here”. Saya membayangkan buck itu semacam ember berisi air yang di antar dari satu orang ke orang yang lain, misalnya saat sekelompok orang memadamkan kebakaran atau mengisi bak air. Harry Truman melihat orang sering melempar tanggung jawab ke orang lain, seperti passing the bucks. Maka sebagai Presiden, dia mengambil tanggungjawab penuh dan tidak melempar ke orang lain. The bucks stop with me

Continue Reading »

Taking a chance

Ketika kita masih kanak-kanak, kita selalu antusias akan banyak hal. Curiosity. Penuh rasa ingin tahu. Sekarang, setelah tumbuh dewasa, kita jauh lebih berhati-hati. Dunia penuh bahaya. Bahaya fisik atau bahaya atas jatuhnya citra diri kita. Kita harus hati-hati. Waspada. Ahh, kemana perginya antusiasme itu?

Continue Reading »

Nina sangat kesepian. Ia tinggal sendiri di sebuah apartemen sederhana di pinggir Chicago. Ia hidup dari bekerja sebagai janitor dari rumah ke rumah.
Menjelang tahun baru yang sangat dingin, ia semakin kesepian. Sehingga ia berdoa siang dan malam, supaya Tuhan sendiri mau mengunjunginya di malam tahun baru.

Continue Reading »

Spiritual Computing

Setelah masuk ekonomi informasi, ekonomi pengetahuan, dan ekonomi kreatif, ke mana dunia IT akan merasuk? Ekonomi spiritual melalui spiritual computing!

Continue Reading »

Jika tidak ideal….

Menyambung diskusi tentang menjadi ideal, saya teringat sebuah kisah lama dari Cina. Cerita ini dongeng, tapi mengesankan saya.

Seorang hamba mempunyai tugas untuk mengisi bak toilet raja. Untuk itu setiap pagi ia harus memikul dua gentong tanah liat berisi air, yang diambil dari kali untuk dibawah ke ruang WC raja. Bertahun-tahun seperti ini.

Continue Reading »

Menjadi Ideal

Menjadi Ideal tidak selalu kita inginkan. Justru konsep menjadi ideal ini banyak membawa penderitaan. Karena konsep ideal ini datang dari bayang-bayang kita. Atau proyeksi orang pada kita. Karena ingin punya berat badan ideal, seseorang sampai harus dioperasi, minum obat.

Selengkapnya…

Sempurna

“Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah….” Kata sebuah lagu yang asik untuk didengar. Tetapi apakah selalu demikian?

Seringkali kita kecewa, seakan-akan Tuhan tidak adil. Orang lain lebih sempurna dari kita. Atau anak kita tidak sesempurna orang lain.

Selengkapnya…