Archive for the ‘Habits’ Category

Meniru ponsel, komputer saya sekarang tidak di matikan. Cukup mode sleep. Supaya bisa langsung on.

Continue Reading »

Saat saya meminta mahasiswa wali saya untuk terjerumus ke dalam lembah kesuksesan, mereka semua tersenyum. Karena pada umumnya orang terjerumus di lembah duka, lembah kegagalan. Padahal kita diciptakan untuk sukses.

Continue Reading »

Penyertaan Tuhan

Kalau anda menghadapi musibah, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anda. Ia selalu menyertai anda, dengan cara yang pada awalnya tidak kita pahami.

Continue Reading »

Sabotage

Kalau kita tidak hati-hati, kita bisa men-sabotage diri kita sendiri. Atau bahkan men-sabotage orang lain.
Continue Reading »

Trigger The World

Mungkin anda pernah seperti saya, malas dan lumpuh.  Menghadapi banyak tumpukan pekerjaan, kita malah jadi tidak produktif, main game, baca Internet. Menurut saya jalan keluar adalah dengan melakukan pemicuan, trigger.  We trigger the world.

Continue Reading »

Physiotherapy

Kadang-kadang keasikan berkegiatan fisik membuat otot cidera. Kemarin saya ke RS Borromeus untuk merawat cidera otot di bahu. Pagi ini sudah jauh membaik.

Continue Reading »

Prosumer

Kita terlalu sering diarahkan untuk menjadi konsumen. Bahkan ilmu yang dipelajari sering berupa petunjuk konsumsi.  Seharusnya kita menjadi produsen. Prosumer, konsumer yang juga produser.

Continue Reading »

Bagaimana cara belajar yang baik?  Ada banyak cara.  Pengalaman saya, ada dua cara yang powerful: (1) belajar dengan melakukan (learning by doing) dan (2) belajar dengan mengajar (learning by teaching).

Continue Reading »

My Last Lecture

Minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan di ITB. Rabu kemarin siang kuliah terakhir kuliah saya.  Karena bahan memang sudah habis, saya jadi review sedikit dan berbicara santai.

Continue Reading »

Saya pikir-pikir, bloggers juga perlu menekuni menulis wiki setiap hari.  Blog untuk berekspresi pikiran bebas, sedangkan wiki untuk menuliskan pengetahuan terstruktur.

Continue Reading »

The New You

Saat anda membaca posting ini, besar kemungkinan anda sudah lewat masa puber.  Wah sayang.  Tahukah anda bahwa usia 10 tahun pertama adalah masa kritis untuk pembentukan kebiasaan? Saat anda memasuki usia pubertas, otak mematikan kemampuan untuk belajar kebiasaan baru sampai tinggal 50%.  Wah bagaimana dong?

Kita perlu cara yang lebih ilmiah untuk membuat the new us, the new me, dan the new you!

Continue Reading »

Belajar Seumur Hidup

Belajar seumur hidup sering menjadi semboyan.  Sayang sekali kalau ini hanya semboyan.  Karena belajar seumur hidup bisa menjadi filsafat hidup yang sangat ampuh.

Continue Reading »

Menyikapi kegagalan

Kegagalan dan keberhasilan ada dua realitas hidup.  Orang menyenangi keberhasilan dan menghindari kegagalan.  Namun adakalnya kegagalan terasa sangat pahit, sehingga kita trauma.  Kita kapok. Dan trauma ini membuat kita tidak mau lagi mencoba.  Barangkali kita perlu mendengar apa yang terjadi dengan Booklyn Bridge di New York.

Continue Reading »

Paperless office

I have been doing crazy things lately. Turning off my cellphone ringer. No email constant reading. Writing blog.., (ok this one is not crazy). Now, I am trying to work without too much paper.

Continue Reading »

Presiden Harry Truman mempopulerkan istilah “the buck stops here”. Saya membayangkan buck itu semacam ember berisi air yang di antar dari satu orang ke orang yang lain, misalnya saat sekelompok orang memadamkan kebakaran atau mengisi bak air. Harry Truman melihat orang sering melempar tanggung jawab ke orang lain, seperti passing the bucks. Maka sebagai Presiden, dia mengambil tanggungjawab penuh dan tidak melempar ke orang lain. The bucks stop with me

Continue Reading »

Taking a chance

Ketika kita masih kanak-kanak, kita selalu antusias akan banyak hal. Curiosity. Penuh rasa ingin tahu. Sekarang, setelah tumbuh dewasa, kita jauh lebih berhati-hati. Dunia penuh bahaya. Bahaya fisik atau bahaya atas jatuhnya citra diri kita. Kita harus hati-hati. Waspada. Ahh, kemana perginya antusiasme itu?

Continue Reading »

Biasanya kita yang miskin suka mencemooh gaya hidup orang kaya. Tapi saya pikir-pikir lagi kita justru harus belajar dari gaya hidup mereka.

Continue Reading »

Transmutasi

Konon berkreasi membutuhkan kemarahan, kekerasan dan penghancuran. Demikian kata Twyla Tharp (66) koreografer kelas dunia di Harvard Business Review edisi April 2008 ini.

Continue Reading »

Sekitar tahun 2002 saya nekad mengumpulkan lulusan cumlaude dari lab DSP, menggaji mereka, dan me-launch education business. Meskipun mereka bekerja dengan baik, bisnis tidak berhasil.

Selengkapnya…

Anda pada bangun jam berapa di pagi hari…?

Sudah dua tahun ini saya selalu bangun sebelum matahari terbit. Padahal sejak mahasiswa, saya biasanya bangun di atas jam 8 pagi. Ternyata banyak sekali keuntungan bangun lebih pagi. In many ways, ini membuat saya lebih happy.

Selengkapnya…