Mimpi Buruk

Saya tersenyum membaca tema sebuah acara kami di ITB: “Dari mimpi berbuah karya dan prestasi untuk bangsa”. Pikiran iseng saya muncul. Ia kalau mimpinya indah. Kalau mimpinya buruk dan seram?

Kadang-kadang anak saya membangunkan Ina atau saya tengah malam. “Mama, takut, … mimpi buruk”. Saya berusaha menenangkannya sekenanya, “Ah cuma mimpi… tidur lagi”. “Nggak bisa pa… takut”. Wah, jadi aja tiga orang harus bangun tengah malam.

Bagi anak kecil, mimpi itu realitas. Terutama mimpi buruk.

Tapi saya mau bilang, bahwa kita itu sering juga menjalani hidup sehari-hari seperti dalam mimpi. Mimpi buruk lagi. Padahal itu bukan reralitas. Itu mimpi.

Maksudnya bagaimana?

Maksud saya: mekanisme kita membentuk mimpi itu kita gunakan juga untuk membentuk realitas sehari-hari.

OK, gini. Manusia itu punya akal. Kecerdasan intelektual. Otak.

Otak itu hebat, bisa belajar.

Apa itu belajar? Belajar itu mengkonstruksi realitas di dalam pikirannya. Realitas yang ada dipikirannya itu menuntunnya beraksi di dalam realitas yang sebenarnya di dunia.

Dalam hal ini fungsi otak mirip alat pemandu pengemudi berbasis GPS yang ada di mobil-mobil. Alat GPS ini semacam smartphone android atau komputer dengan layar LCD. Dia menerima sinyal dari satelit GPS, tentang informasi posisi kendaraan kita. Dia sendiri memiliki peta yang ditampilkan juga ke layar.

Jadi realitas di jalan dia modelkan menjadi peta digital itu. Sopir kemudian mengendarai kendaraan dengan tuntutan peta GPS ini.

Jadi realitas yang benar itu yang mana? Jalan yang dilihat sopir dari jendela kaca depan? Atau peta yang di lihat di layar GPS?

Buat saya realitas yang benar itu yang di jendela depan. Tapi peta GPS yang membuat saya cerdas menjalani realitas itu.

Nah peta GPS itu adalah mimpi. Maya. Dia cuma bentukan dalam dunia digital. Form digital. Dibuat menggunakan software macam Photoshop.

Nah komputer bisa kena virus. Data bisa corrupted. Software bisa malfungsi. Bahkan ada orang sengaja membuat malware, software yang jahat merusak komputer kita.

Dalam urusan realitas, otak kita itu bisa malfungsi seperti alat GPS itu.

Peta kita tentang dunia ini, tentang realitas ini, jadi bisa salah. Gambar yang muncul adalah monster. Hantu jejadian. Padahal itu hasil rekayasa virtual.

Mimpi buruk.

Kita harus mengerti. Tidak mungkin Tuhan membuat dunia ini buruk. Mengerikan. Realitas di jendela depan hidup kita itu begitu indah. Penuh kemungkinan.

Cuma GPS hidup kita harus dibersihkan dari virus mimpi buruk.

Kemudian data posisinya jangan ngarang sendiri, atau lihat posisi orang lain. Antenanya harus diarahkan lagi supaya mendapat sinyal satelit yang jernih, langsung dari sorga ..


  1. mantap sekali motivasinya pak. memang terkadang hasil yang kita peroleh berdasarkan mimpi yang telah tersetting didalam pikiran kita.

  2. maka dari itu jangan segan untuk bermimpi menginginkan sesuatu , karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin
    salam dari pedagang keliling hehehehe




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: