Imajinasi

Bahkan imajinasi harus realistis.

Kemampuan berimajinasi adalah keunggulan manusia. Einstein sendiri mengandalkan imajinasi untuk menghasilkan mahakarya jeniusnya.
Tapi imajinasi ini harus diisi dengan realitas. Kalau tidak, ia beresiko melumpuhkan orang.
Imajinasi memang bisa diisi fantasi. Menyenangkan. Bahkan memperkaya pengalaman. Tapi fantasi harus diperlakukan sebagai fantasi. Tujuannya untuk menghibur.
Kalau fantasi dianggap serius, berbahaya. Fantasi berubah menjadi delusi. Tipuan sulap atau sihir. Fatamorgana.
Yang seram kalau fantasi menimbulkan rasa takut dan rasa terancam. Orang menjadi stress dan lumpuh. Bahkan kekejaman manusia pada manusia lain selalu dipicu imajinasi buruk. Demonisasi.
Jadi lebih tepat imajinasi digunakan untuk mencari kebenaran. Realitas. Spiritualitas.
Saya percaya imajinasi diberikan agar kita bisa hidup di dua realitas sekaligus: natural dan spiritual. Agar bisa menemukan kebenaran sejati.


  1. Beranilah berimajinasi untuk sesuatu yang luar biasa yang bisa membuat diri kita berkembang, thanks atasa pemikirannya. Salam kenal🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: