Megawati atau Taufik Kiemas?

Pemimpin harus seperti Megawati atau Taufik Kiemas?

Kalau beliau berdua dibandingkan saya dulu bepikir pemimpin sejati itu seperti Megawati. Teguh. Kokoh. Dipercaya penuh. kepala batu.

Kalau Taufik Kiemas itu terlalu cair. Broker. Ke sana bisa, ke sini bisa. Gampang.

Kalau saya mengevaluasi diri sendiri, saya itu cenderung seperti Megawati. Kalau sudah yakin akan sesuatu, maka saya menjadi kepala batu. Idealis. Deduktif. Logis. Dan ngotot.

Kayak lawyers.

Saya jarang marah. Tapi kejengkelan saya ternyata mudah sekali terpicu atau gampang tidak sabar kalau saya melihat orang tidak logis. Tidak deduktif. Tidak idealis. Tidak pintar.

Munculnya sosok Jokowi bahkan wafatnya Taufik Kiemas membuka mata saya.

There are much more in life beside winning an argument.

Saya pikir isunya sederhana: kita mau jadi orang benar atau orang baik? Megawati itu pejuang kebenaran. Taufik Kiemas itu pejuang kebaikan.

Idealnya memang keduanya harus digabung.

Tapi kita tidak ideal. Tidak jarang harus memilih.

Jadi saya mau belajar menjadi seperti Taufik Kiemas. Bisa menerima dan menghargai semua orang, yang paling tidak logis sekalipun.  Paling ngawur sekalipun. Sebagai sahabat. Sama sama mewarisi kehidupan ini. Sahabat dalam berbagi kehdiupan ini.

Ternyata tidak mudah. Menjadi Taufik Kiemas itu ternyata lebih susah ketimbang menjadi Megawati. Kita harus mengutamakan orang lain ketimbang diri kita.

Kita berhenti menjadi ideologis. Kita berhenti menjadi ideal. Kita berhenti merasa kebenaran kita itu satu-satunya.

Kita menerima bahwa kebenaran itu terlalu besar untuk dibawa satu orang. Seperti seportong puzzle, yang memerlukan potongan lain yang berbeda untk dirajut menjadi kebenaran yang besar dan indah.

Jadi bagaimana?

Saya pikir internally kita  harus seperti Megawati, tapi externally kita harus seperti Taufik Kiemas. Kita mantap dengan potongan puzzle kita, tapi tahu orang lain juga membawa puzzle lainnya.

Semua puzzle diperlukan untuk menemukan misteri kehidupan.

Selamat jalan Taufik Kiemas, terimakasih untuk sumbangsih nya….


  1. Thanks Infonya sobat,,,di tunggu kunjungan baliknya…

  2. semua akan lebih baik kalau kita berusaha




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: