Dosen Sebagai Professional Learners

Seorang dosen yang baik perlu kembali menjadi mahasiswa. Sekali jadi mahasiswa harus tetap menjadi mahasiswa.

Seorang dosen berasal dari mahasiswa. Setelah dia belajar keras, akhirnya dia lulus. S1, S2, dan S3. Kemudian dia bekerja menjadi dosen. Kurang lebih begitu.

Dosen kemudian jadi santai. Tidak usah sekolah lagi.

Tapi saya pikir-pikir lagi, konsep ini keliru. Sekali mahasiswa harus tetap menjadi mahasiswa. Belajar seumur hidup.

Ada beberapa alasan.

Pertama, esensi ilmu adalah menyingkap misteri kehidupan. Jadi ini tidak pernah selesai sampai kita mati. Kita harus tambah pintar setiap hari, seumur hidup.

Kedua, dosen itu teladan mahasiswa. Jadi dosen perlu menjadi mahasiswa ideal agar ia bisa diteladani. Ia menjadi mitra belajar. Rekan sesama profesi.

Ketiga, supaya dosen tidak bosan. Kalau dia berhenti belajar, pada suatu titik dosen jadi jenuh. Mulai dia melirik berbagai jabatan di luar kedosenan. Jadi pengusaha, jadi pedagang, jadi politisi, jadi pejabat, jadi macam-macam yang tidak cocok dengan tugas dosen.

Jadi dosen harus balik lagi menjadi mahasiswa. Mahasiswa profesional tentu saja.

Demikian juga Anda yang mahasiswa atau mantan mahasiswa. Anda akan menikmati excitement in life bila bersedia menjadi mahasiswa seumur hidup. Belajar tentang misteri kehidupan. Setiap hari selalu ada hal baru yang dikuasai. Baru berhenti setelah dipanggil pulang.

Menjadi mahasiswa sebenarnya memilih suatu profesi yaitu learning person. Profesional learner. Ia mencari penghidupan dari kekayaan ilmunya.

Ia belajar bukan untuk bekerja, tapi bekerja untuk belajar.

Be a professional learner


  1. Saya pernah dengar gosip ada profesor yg bilang gini pak, “saya nggak pernah nulis aja bisa jadi profesor, ngapain lagi saya nulis?” Mudah-mudahan itu cuma gosip belaka yg tidak terbukti

  2. topcoder

    Dosen jadi pengusaha, mengapa tidak ? Di luar negeri banyak sekali professor yang menjadi pengusaha dan SUKSES; Dan penemuan/riset/paten mereka menjadi sesuatu real value, bukan cuman ditumpuk di perpustakaan.

    Contoh,

    – David Shaw, prof computer science Stanford pendiri Shaw Capital Management.

    – Chetan Dube, prof Comp science NYU pendiri Ipsoft

    – Steven Wolfram, prof Physics Yale, pendiri Mathematica

    – Robert Schillman, prof EE MIT, pendiri Cognex Corp

    – Michael Stone baker, prof CS UCLA, Pendiri Streambase

    Apakah ketika mereka menjadi pengusaha, mereka berhenti belajar ??

    Tidak.

    Justru mereka menjadi inspirasi bagi para aspirant entrepreneur bahwa seorang entrepreneur tidak melulu harus Drop Out.

  3. Sepakat kalau di negara yang relatif sudah maju ada dosen yang jadi pengusaha. Menyebarkan hasil penelitian ke khalayak yang lebih luas secara lebih langsung. Mengumpulkan dana untuk penelitian pengembangan lanjut, tidak total sibuk rebutan grant yang mungkin birokrasinya lebih panjang. Dosen yang sudah bisa seperti ini memang mengembangkan bidang ilmunya. Kalau motifnya cuma dolar, terserah apa yang dibisniskan, lain lagi ceritanya. Mungkin pak AZRL menyampaikannya dengan ungkapan yang santun.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: