Penjara Kemerdekaan

Suatu tragedi besar saat kita menggunakan kebebasan kita untuk memenjarakan diri sendiri. Tetapi ada penjara yang memberikan kemerdekaan sejati.

Konon ada seorang eks narapidana tertangkap lagi karena mencuri. Ketika ditanya, mengapa? Ia berterus terang bahwa ia tidak bisa hidup di luar penjara. Ia ingin dipenjarakan lagi. Rupanya ia sudah betah dan menikmati hidup dalam penjara.

Masuk akal. Tapi tragis.

Manusia memang bebas memilih. Tapi apa artinya kebebasan itu?

Kita bebas makan enak. Akibatnya kita ketagihan. Kena deh sakit gula, jantung, stroke. Kebebasan itu justru membangun keterikatan.

Bebas merokok? Bebas minum alkohol? Bebas konsumsi narkoba? Itu penjara hidup. Jelas.

Bebas, tidak usah kerja? Itu perangkap kemalasan dan menghabiskan usia tidak produktif.

Bebas dari suami, istri, anak, kerabat, teman? Itu perangkap membuat kita tidak berguna bagi orang lain.

Susah juga ya. Semua yang namanya kebebasan itu ternyata sebuah ilusi untuk kita terperangkap pada suatu keadaan yang buruk.

Kalau ternyata semua kebebasan adalah penjara, maka persoalannya kita mau diikat oleh apa? Dipenjarakan siapa?

Saya usul “penjara” yang terbaik adalah “penjara” Ilahi. Kita mengikatkan diri pada Allah.

Apa maksudnya?

Saya pikir kebebasan yang sejati adalah saat kita mengikatkan diri pada esensi siapa kita. Pada esensi tugas kita di dunia. Pada maksud Allah menurunkan kita ke dunia ini.

Orang Hindu atau Buddha menyebutnya Dharma. Berpegang teguh pada esensi kewajiban hidup kita.

Sepertinya ini sebuah penjara. Tapi ini pada hakekatnya adalah kebebasan yang hakiki. Kita bebas dari segala hal yang bukan merupakan esenis tugfas dan kewajiban kita.

Tentu kuncinya adalah menemukan apa esensi kita. Apa bakat kita. Apa talenta kita. Siapa yang paling membutuhkan kita. Siapa yang paling membutuhkan talenta kita. Maka kita berkomitmen untuk mempersembahkan talenta kita itu pada mereka.

Ikatan jenis inilah kemerdekaan sejati.


  1. Tetap aja kebebasan itu harus ada batasnya😀 segala yg berlebihan itu tidak baik




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: