Populer

Popularitas itu sebuah perangkap. Karena kita terjebak untuk mengikuti selera massa.

Secara intuitif orang ingin populer. Disukai banyak orang.

Mungkin dia berempati. Kalau dia menyukai seseorang, maka ada perasaan menyenangkan kalau ia bertemu sang idola. Idolanya OK banget. Maka secara tidak sadar, dia membayangkan perasaan yang sama pada orang lain yang menyukainya. Berarti dia OK banget.

Persoalannya, popularitas muncul justru tanpa kita mengenal jati diri sang idola yang sebenarnya. Yang kita lihat adalah tampilannya. Tongkrongannya. Kata-katanya. Seringkali sudah dipoles.

Jadi menyukai idola itu sebenarnya tidak punya alasan kuat. Bisa jadi setelah bergaul erat, we hate that person. Minimal bosan.

Akibatnya sang idola harus selalu menjaga penampilan. Menjaga daya tarik. Sambil menutupi kelemahannya. Dan ia tidak bisa menikmati hubungan yang erat dan baik, karena ia harus selalu menjauh. Supaya orang tidak bosan.

Celaka bukan?

Jadi berusaha menjadi populer itu bad idea.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: