Ayo Rieke-Teten, Ucapkan Selamat…

Pasangan Rieke-Teten harus mengakui dan mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Achmad Heryawan dan Dedy Mizwar.

Hasil quick count memang bukan hasil resmi. Tapi itu sudah menceminkan kemenangan kubu Aher. Meskipun diperkirakan ada kekurangan KPU dalam menjalankan tugasnya, tidak ada alasan untuk tidak mengakui hasilnya. Meskipun sangat menyesakkan, kubu Rieke-Teten harus mengucapkan selamat.

Tujuan pemilukada hari ini adalah menentukan siapa Gubernur Jawa Barat periode berikut. Bukan mencari siapa yang menang. Bukan mencari siapa yang didukung rakyat. Bukan mencari siapa yang hebat. Tetapi mencari siapa Gubernur Jawa Barat. Dan proses itu sudah menghasilkan Achmad Heryawan.

Kita harus mengajarkan kepada rakyat bagaimana bersikap dewasa dalam proses politik.

Pemilukada itu adalah pekerjaan masif. Kita bicara menangani puluhan juta orang. Kita bicara logistik. Bicara effort staf KPU. Effort para kandidat. Dan jangan lupa effort dari jutaan rakyat yang pergi mencoblos. Maka kita tidak punya pilihan selain menerima apapun hasilnya.

Kita bisa kemudian mempersoalkan proses ini. Itu hak semua kandidat. Tapi at what cost? Memindahkan proses politik ke pengadilan? Ke konflik elite? Ke konflik akar rumput?

Jangan.

Sama dengan sepakbola, yang hasilnya ditentukan skor akhir gol, demikian pula hasil pemilu harus ditentukan oleh skor hasil perhitungan KPU.

Lebih baik energi dibelokkan untuk mengevaluasi scara internal apa yang terjadi, kemudian mencari jalan untuk memperbaiki diri sendiri, sehingga lima tahun lagi ia bisa meraih sukses di pemilukada.

Jadi hari ini jauh lebih penting adalah mendewasakan proses politik. Proses suksesi damai.

Megawati pernah mengatakan, saat beliau dikalahkan SBY dalam Pilpres, “Kita tidak kalah. Kita cuma kekurangan jumlah suara…”. Saya takjub. Sangat bijak melihat duduk perkaranya. Sampai hari ini wibawa Megawati tidak pernah hilang.

Kubu Rieke-Teten perlu mengakui bahwa mereka kalah jumlah suara. Dan itu sama sekali bukan berarti mereka jelek, tidak didukung rakyat. Bukan itu.

Kalah suara saja.

Hasil hari ini simply mengatakan bahwa jumlah suara Aher lebih banyak, sehingga proses pemilukada menentukan merekalah yang menjadi Gubernur berikut.

Untuk itu, Rieke dan Teten menyampaikan selamat bertugas kepada Achmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Dan kepada rakyat Jawa Barat yang sudah menentukan pilihannya dengan tertib dan baik. Sambil bertanya pada rakyat, apa yang perlu diperbaiki agar lima tahun lagi rakyat bersedia menyoblos pasangan ini lebih banyak lagi.


  1. 38% tidak menggunakan hak pilihnya. 31% adalah minimum suara yang diperlukan untuk menjadi gubernur terpilih. saya simpulkan rakyat jawa barat tidak tertarik dengan pilgub ini. dan gubernur terpilih yang mewakili 1/3 dari 62% rakyat jawa barat (yang menggunakan hak pilih). mudah2an tidak membuat para pendukung gubernur terpilih ini menjadi ujub.

  2. Sepakat bang. Demokrasi sebenarnya lebih dititikberatkan pada proses partisipasi rakyat selama masa pemerintahan sang kepala daerah. Bukan hanya pada saat pemilu rakyat dibutuhkan. Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang dianggap terbaik.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: