Cara Unik Indonesia Maju?

Semua bangsa maju dengan caranya sendiri. Indonesia dengan cara apa?

Saya pernah ke Brunei. Makmur sekali. Dan pengaruh agama kuat sekali di sana. Sebaliknya demokrasi tidak ada. Sehingga ini contoh negara yang kaya dan menjalankan hukum agama. Ini monarki milik Sultan.

Saya pernah ke Singapura. Ini juga luar biasa kaya dan maju. Meskipun simbol agama ada, tapi kalah dengan simbol finansial dan kepatuhan hukum sekuler. Demokrasi hanya ritualnya saja. Praktis ini negara milik keluarga Lee Kuan Yeuw.

Canada juga maju. Dengan sistem kapitalistik, demokrasi yang digabung dengan sosialistik. Demokrasi parlementer.

Amerika Serikat juga maju. Kekuatan militer luar biasa. Demokrasi dijalankan oleh dua partai besar. Agama mendapat tempat yang sangat terhormat, tapi dijauhkan dari kekuasaan negara.

Jepang juga maju. Demokrasi liberal. Teknologi sangat kuat. Militer lemah. Agama tidak terlalu berperan dalam politik atau kehidupan sehari-hari.

Terakhir, Cina. Ini juga maju. Agama dilarang. Demokrasi dikekang. Hak asasi manusia tidak dikenal. Tapi teknologi, ekonomi, dan national pride tinggi.

Kesimpulan saya, tidak ada satu cara unik untuk maju. Cara apapun yang kita pilih bisa membawa kepada “kemajuan”. Minimal “kemajuan” yang telihat mata pada durasi waktu tertentu.

Jadi saya pikir bangsa Indonesia harus menggali sendiri caranya untuk maju. Tidak perlu meniru cara-cara bangsa lain yang tidak cocok dengan karakter bangsa kita. Buat apa kita menjadi maju secara ekonomi kalau karakter kita menjadi replikasi karakter bangsa lain.

Kita bangsa majemuk. Bangsa berketuhanan. Bangsa berbudaya timur. Bangsa soft. Bangsa yang enjoy life. Bangsa yang kaya dengan daratan, gunung, sungai, dan lautan. Bangsa yang berbudaya bebas. Bangsa permisive.

Mari kita maju dengan modal kita itu. Dengan karakter itu.

Teori pembangunan di Indonesia harus didasarkan pada asumsi karakter bangsa.


  1. Gemandelbrott

    Kalo Brunei dan Timteng makmur, tapi gak maju. Cina boleh dibilang kakak tua kita. Sy ingat dulu di kuliah p’Armein pernah bilang, “apapun yg kita punya, Cina pasti punya, dalam jumlah yg lebih banyak”: orang baik, orang jahat, orang cantik, orang jelek. Istilah maju sebetulnya relatif terhadap negara-negara lain. Dulu Cina, India, Arab/Islam pernah berjaya waktu Eropa tenggelam, tapi pas Eropa bangkit, mereka balik jadi yg terbelakang. Lalu kriteria apa utk bisa dibilang maju? 1. Rakyatnya mayoritas makmur, tapi ini bukan syarat cukup (lihat Brunei dan timteng), 2. Kualitas SDM nya tinggi…nah kualitas SDM kita masih rendah, masih dibawah Malaysia bahkan Thailand, jadinya masih kalah maju. Sama juga Cina, SDMnya secara keseluruhan masih rendah, spt kita. Jadi kalau maju, kuncinya satu: pembangungan harus menargetkan masyarakat luas, bukan segelintir orang saja. Singapura, Jepang, Swiss, dll miskin SDA, tapi maju lantaran SDMnya berkualitas. Lupakan deh kita negara kaya, ingat-ingat kita negara SDM rendah. Biar kita teringat apa yg mesti kita kerjakan. Juga sekarang dunia makin mengglobal dan terkoneksi, kotak-kotak timur/barat, bertuhan/tidak, santai/kerja keras dll akan makin melebur. Melihat kebelakang, memang negara2 dulunya punya karakter masing2, tapi berhubung semakin ke depan kita saling tumpang tindih (saya menimpa yg lain ketindih), bagi saya lebih baik mengadopsi kemajemukan ini dan belajar menerima perbedaan. Ada yg menyembah budaya Barat, ada yg sembah budaya timteng, yo wislah, tiap orang emang beda-beda idealismenya, asal jangan menindas satu sama lain. Ada pepatah Afrika bilang: if you want to go quickly, go alone, if you want to go far, go together. Negara baru lahir bagusnya memang semi-otoritarian, biar cepet jalannya, asalkan yg mimpin pintar dan bener (spt Lee Kuan Yew). LKY dan anaknya Hsien Loong itu orang pinter, LHL jadi wrangler di Cambridge (mahasiswa matematika top) setara dg peraih nobel Abdus Salam, anak2 presiden/politikus kita mana bisa seperti itu (bahkan politikusnya pun terkadang keterlaluan bodohnya).
    Itulah kenapa Singapura bisa go quickly…Indonesia 20 tahun di bawah Sukarno yg gak pernah ngebangun (malah memendam harta karun dan memperbanyak istri) seakan2 ini negara milik dirinya dan 30 tahun di bawah Suharto yg ngebangun model acak kadut, seakan2 ini negara milik anak2nya. Balik lagi mengenai model negara maju…apapun modelnya, ingat kuncinya di manusianya.

  2. adhi

    Saya tidak setuju Indonesia adalah bangsa yang Enjoy Life.

    Bangsa Perancis, itu adalah bangsa yang enjoy life…

    Bangsa Indonesia tidak. Bangsa kita adalah pekerja keras, lihat denyut perekonomian Indonesia yang 24 jam jalan terus, tapi bangsa Indonesia sayangnya kurang visi dan sistematika dalam bekerja.

    • indonesia negara pekerja keras juga,, rakyat yang patuh pemerintah malah,, tapi pemerintahnya kdang yang gak bisa ksh arahan yang bener, dipercayai malah korupsi >_<




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: