Berbelas Kasih

Inti dari kehidupan manusia adalah belas kasih, perhatian, sayang, pemeliharaan. Sudah jelas sekali. Sedangkan musuh kehidupan adalah kebencian, penghinaan, pengabaian, siksaan. Inipun sudah amat jelas. Bungkusnya bisa macam-macam, tapi isinya jelas itu.

Orang memang macam-macam. Beda sifat, pekerjaan, warna kulit, selera, suku, agama. Tapi ada inti kesamaan. Kesamaan kebutuhan dan kesamaan ketakutan.

Kita sama-sama ingin dicintai. Ingin disayangi. Ingin diterima. Ingin diperhatikan. Ingin dihargai. Ingin bersatu. Ingin dianggap sesama.

Sebaliknya, kita tidak mau dibuang, disepelekan, dihina, disiksa, di abaikan, dipisahkan.

Sudah jelas sekali.

Yang tidak jelas itu: mengapa kita masih tidak bersedia memberikan apa yang dibutuhkan sesama kita, dan malah semangat memberikan racun yang ia takutkan itu?

Mengapa? Bukankah kita juga manusia yang merasakan kebutuhan dan ketakutan yang sama? Apakah kita tidak lebih cerdas ketimbang hewan?

Ayolah. Setiap hari kita terus memberikan kebutuhan manusia dengan berlimpah. Dan berhenti memberikan racun yang dia takuti.

Mulailah menjadi manusia.

Dalam apapun yang kita perbuat, ucapkan, bahkan pikirkan, kita persembahkan kado kita itu –kebutuhannya– dengan murah hati kepada semua orang. Dalam apapun kesusahan hidup kita, kita tidak pernah terpancing untuk menebar racun yang ditakuti itu.

Be human.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: