Relatif

Kalau anda menghadapi satu masalah yang berat, coba cari masalah kedua yang lebih berat lagi. Supaya masalah yang pertama menjadi terasa ringan.

Manusia menggunakan kontras, perbandingan, relativitas untuk memaknai sesuatu.

Orang bergaji sejuta sebulan akan senang kalau pekerjaan sebelumnya hanya menggaji setengahnya. Tapi ia akan kecewa kalau tahu teman sekantornya ternyata digaji dua kali lipat.

Suatu masalah sebenarnya tidak memilki berat. Tetapi kita mengasosiasikannya dengan beban. Masalah terasa berat kalau dibandingkan dengan masalah sebelumnya. Akibatnya secara psikis kita menjadi terhimpit. Karena kita mengasosiasikan persoalan kita dengan beban fisik yang berat.

Jadi, kalau kita menghadapi suatu masalah yang pelik, penting bagi kita untuk rileks dan merasa pasti bisa mengatasinya. Ini akan memicu kreativitas dan daya juang.

Sebaliknya, kalau kita terlanjur percaya bahwa ini terlalu berat, maka kreativitas dan daya juang kita akan mogok.

Nah untuk membangun daya juang, kita cari masalah lain yang lebih berat lagi. Lalu kita bandingkan masalah kita relatif terhadap masalah berat itu. Terasa lebih ringan kan?

Maka kita mendapat semangat baru untuk memecahkan masalah kita itu.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: