Growing Up

Sayang sekali istilah “puber kedua” itu memiliki konotasi negatif. Pertanyaan saya: apakah anda sudah bertumbuh dan bertransformasi secara fundamental? Se-fundamental pubertas?

Istilah pubertas itu digunakan untuk perubahan besar yang terjadi pada manusia. Saat dia tumbuh dari anak-anak menjadi remaja dan dewasa secara biologis. Perubahan ini sangat kentara, baik secara biologis, psikologis, maupun sosial.

Pada dasarnya pada puber ini manusia bepindah dari makhluk yang hanya memiliki kesadaran sederhana (simple consciousness) menjadi kesadaran diri (self consciousness). Dari kesadaran hewani menjadi kesadaran manusia. Dan dia mulai menyadari penting sekali apa pandangan orang lain, khususnya teman dan lawan jenis, tentang dirinya.

Ini perubahan fundamental dalam hidup manusia. Anak yang tidak mengalami pubertas dianggap tidak bertumbuh normal. Tidak growing up.

Tapi itu terjadi saat kita berusia 12 tahunan. Buat saya, itu 38 tahun lalu. Apakah cuma itu perubahan fundamental manusia?

Kalau cuma puber pertama, dia akan sibuk berteman-ria, bingung soal kawin-mawin, atau kalau sudah tua dia siap-siap kawin lagi. Karena dorongan yang ia rasakan adalah dorongan biologis dan clan. Rada animal juga. Has no contribution to life…

Untuk tumbuh dari situ ia butuh puber kedua, dan setelah itu ketiga.

Pubertas kedua itu sekitar usia 35 tahunan.

Di sini manusia menyadari akan realitas kultural dan budaya. Ia memiliki kesadaran budaya (cultural consciousness). Ia belajar menjadi cerdas secara budaya. Ia menyadari temannya, apalagi jawan jenisnya, bisa salah memahami realitas. Jadi pikiran orang tentangnya tidak menjadi utama. Ia kemudian menggantinya dengan mencoba mengubah pikiran masayarakat, komunitas, dunia tentang dirinya. Ia mencoba mempengaruhi dunia untuk memandangnya sebagai sosok yang istimewa.

Salah satu cara yang ia tempuh adalah mengejar kekayaan dan jabatan. Juga simbol-simbol yang memukau orang. Mobil mewah misalnya. Jabatan direktur misalnya.

Itu adalah puber kedua. Tapi kalau ia tetap melakukannya sepanjang hidup, maka ia menjadi economic animal. Political animal. Workaholic junkies. Betul ia punya kontribusi banyak. Tapi it is all about himsel or herself.  Dan untuk itu ia harus menyesuaikan diri dengan selera pasar, sehingga ia sering bersandiwara memenuhi keinginan organisasi, pelanggan, atau massa.

Maka ia butuh mengalami puber yang ketiga.

Pubertas ketiga terjadi sekitar usia 45 tahun.

Di sini ia mengalami kesadaran baru beyond budaya. Ia menyadari realitas yang sebenarnya. Tentang struktur mikro dan nano. Tentang sejarah dunia. Tentang apa itu pikiran. Tentang apa itu hidup. Tentang realitas transendental. Tentang Tuhan. Ajaran spiritualitas agama yang dia telan waktu kecil, perlahan tapi pasti menjadi realitas nyata. Meskipun hampir pasti tidak persis dengan doktrin-doktrin itu, ia sanggup minimal menghargai doktrin-doktrin itu. Ia melihat kesatuan dari semua realitas itu. Ini sering disebut kesadaran kosmik (cosmic consciousness).

Di sini dia menemukan makna hidupnya. Tugas-tugas dan panggilan hidupnya. Ia menjalankan maksud sebenarnya ia dilahirkan. Dia bisa menjadi dirinya sendiri, dan tetap berkontribusi sejati bagi sesamanya.

Saya pikir hanya orang yang berhasil melewati puber ke tiga, yang bisa menjadi manusia yang bertumbuh betulan. Real grown-ups.

Tapi, tentu manusia tidak bisa loncat dari bayi langsung ke puber ketiga. Semua puber itu harus dilewati dan dialami. Dimatangkan. Sampai siap untuk masuk ke tahap selanjutnya.

Happy growing up




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: