Harga: Berapa Kegagalan?

Mata uang keberhasilan itu adalah kegagalan. Sesuatu yang berharga itu harus dibayar. Total biayanya adalah sejumlah kegagalan.

Mudah-mudahan tidak bingung.

Kita ingin mencapai cita-cita. Punya keinginan. Untuk itu kita harus berusaha, bukan? Harus berjuang.

Dalam usaha kita itu, kita tidak selalu langsung berhasil. Usaha kita gagal. Percobaan kita tidak membawa hasil.

Umumnya kita menyerah, dan tidak lagi berusaha. Karena buat kita, gagal adalah hasil akhir.

Padahal tidak begitu.

Sama dengan membeli mobil mahal. Harganya katakanlah Rp 500 juta. Maka kita keluarkan uang segepok, misalnya Rp 10 juta, pedagang mobil geleng kepala. Kita tambah lagi segepok berikutnya. Gagal. Dia masih geleng kepala. Tapi kita tahu, pada gepok ke 50, sang dealer akan tersenyum mengangguk, dan menyerahkan kunci mobil untuk kita bawa pergi.

Sebuah usaha kita itu ibarat segepok uang. Kalau usaha kita belum cukup memberikan hasil, maka kita harus memberikan gepok berikutnya. usaha berikutnya. Demikian seterusnya, sampai harga dari cita-cita kita itu lunas terbayar.

Jadi harga dari semua cita-cita itu adalah berapa jumlah kegagalan. Anda dan saya harus bayar lunas sejumlah kegagalan untuk bisa membawa pulang keberhasilan.

Mata uang keberhasilan adalah kegagalan. The currency of success is failures.

Dua hari lalu saya terpaku di depan TV melihat suatu rekaman acara luar biasa. Tentang seorang pemanjat tebing terbaik di dunia. Ia pergi ke suatu tebing yang tidak mungkin dipanjat, kemudian memanjatnya. Tebing itu tidak terlalu panjang, tapi kemiringannya terlalu datar seperti langit-langit.

Tahu apa yang dilakukannya? Ia memanjatnya, dan jatuh. Ia naik kembali dan memanjatnya. Dan jatuh. Terus menerus. Sepotong tebing. Berminggu-minggu!

Sampai dia hafal mati setiap titik di tebing, Serta gerakan otot untuk memanjatinya. Serta kondisi pikiran yang ia miliki di setiap titik. Ada saat dia menangis. Ada saat dia marah.  Terlebih dia tahu semua orang, crew TV, ingin dia sukses semata-mata supaya semua bisa pulang.

Tapi akhirnya dia mampu menguasai dirinya. Mengosongkan pikirannya. Dan memanjat ulang.

Sampai satu hari ia berhasil mendakinya. Tiba di puncak. Dia tersenyum, dan berkata singkat “I did it…”

Crew TV menitikkan air mata.  Saya juga.

Saya semakin yakin, apapun cita-cita anda, pasti akan anda capai. Sepanjang anda bersedia membayar harganya: bergepok kegagalan.

Kegagalan-demi kegagalan mengubah tubuh si pendaki, struktur otot, serta kecerdasannya dalam menghadapi tebing itu. Tebing itu sih tetap seperti itu, tidak berubah. Tapi si pendaki semakin beradaptasi dengan tebing cita-citanya itu. Setelah berminggu-minggu, tebing itu takluk. Bukan berarti tebing itu menjadi mudah. tapi si pendaki menjadi lebih powerful. Perubahan itu terjadi karena kegagalan berulang-ulang.

Karena mata uang keberhasilan adalah kegagalan. The currency of success is failures. Dan setiap kita dibekali dengan tabungan segunung kegagalan.

Use them to purchase your success…


  1. ana

    Makasih motivasinya pak, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai selama kita mau berusaha dan tidak takut gagal

  2. super…😀

  3. sri purwanti

    Tiada kata lain kecuali terima kasih banyak

  4. darma

    Thanks alot ya pak..postingx gue banget…maklum lagi galau tingkat PROPINSI..stress sering gagal cari diri sendiri..doain SAYA SUKSES YA PAK..he..5x




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: