Control Freak

Kita mesti sangat waspada agar tidak menjadi control freak.  Gemar mengendalikan segala sesuatu.

Salah satu sifat manusia adalah mampu membentuk pola dan mengantisipasi nya. Membaca pertanda. Jadi kalau ada burung hantu berbunyi dan besoknya ada tetangga yang mati, maka kita pikir suara burung hantu itu menjadi pertanda.

Kemampuan membaca pertanda itu bisa dianggap indera ke enam untuk membaca situasi. Dan kalau situasi negatif, kita bisa waspada. Bisa selamat dari bahaya.

Cuma persoalannya, indera ke enam kita itu sering kali ternyata menipu.

Sekitar tiga tahun lalu saya sempat terlalu sibuk, terlalu banyak kerjaan, sehingga saya jadi tegang. Stress. Dan setiap telepon berdering saya menjadi cemas. Masalah apa lagi nih? Secara tidak sadar saya mengasosiasikan dering telepon dengan pertanda buruk, ada masalah. Saya sampai berbulan-bulan mematikan ringer telepon saya.

Setelah saya renungkan lagi, wah ini ngawur. Masak dering telepon, dering sms adalah tanda bahaya sih? Maka saya belajar untuk mendisosiasi, memutuskan hubungan, antara dering telepon dengan potensi masalah.

Lebih lanjut lagi, mengapa kemampuan membuat pertanda ini problematik?

Jawabnya: karena kita ingin selalu mengendalikan proses dan hasil. Kita ingin supaya hasil akhir sesuai dengan kemauan kita. Untuk memastikan itu, maka kita harus mengendalikan prosesnya. Control freak.

Padahal hidup ini jauh lebih kreatif ketimbang kita. Kalau kita selalu mengendalikan hidup kita, maka kita tidak bisa menikmati surprises, kejutan tidak terduga dari dunia ini.

Terlebih lagi, kebiasaan kita mengendalikan hidup ini muncul untuk menghadapi bahaya. Keinginan kita untuk mengendalikan segala sesuatu supaya kita aman menyebabkan kita mengembangkan indera keenam untuk mendeteksi pertanda buruk. Dan dengan berjalannya waktu kita terus menambah daftar situasi yang kita kategorikan sebagai pertanda buruk. Mulai dari yang masuk akal, seperti bau gas elpiji bocor, sampai pada yang ngawur seperti dering telepon.

Maka hidup kita menjadi sangat menimalis. Sangat safety player. Sangat cari aman. Apatis. Tanpa inisiatif. Dan tidak menyukai kejutan.

Kita akan sangat menikmati hidup apabila segala peristiwa kita jadikan pertanda baik. Peluang. Jalan terobosan. Surprises.

Dan untuk itu kita perlu belajar membuang jauh-jauh sifat control freak. Satu-satunya control freak yang boleh ada itu untuk menjauhkan kita dari sifat control freak itu sendiri…


  1. Reblogged this on Kurdianto' s Blog.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: