Ingin Kaya?

Saya kira sudah jelas ya, siapa ingin kaya uang dia harus belajar ber investasi.

Pertama kita harus mendefinisikan dulu apa itu kaya. Kaya artinya memiliki aset yang jauh melebihi kebutuhan sehari-hari sampai kita mati nanti.

Jadi hitungannya begini. Saya mau berusia 49 tahun. Target meninggal katakanlah usia 90. Kalau tiap tahun saya butuh rata-rata Rp. 120 juta (Rp 10 juta perbulan). Maka saya butuh net present value sekitar (90-49)*Rp 120 juta = Rp. 5 Milyar. Tambah istri, total Rp 10 milyar, atau lebih dari USD 1 juta. Tentu angka nominal akan membesar seiring dengan inflasi. Point saya, saya baru bisa dibilang kaya kalau saya punya aset di atas USD 1 juta NPV.

Kalau kita ingin kaya melalui kerja, amat problematik. Kerja itu, tepatnya menjadi pegawai, kan mendapat gaji. Nah mana bisa gaji itu membuat kita kaya? Karena gaji selalu diatur oleh perusahaan seminimal mungkin. Kerja sampai kapanpun tidak akan membuat kita kaya. Artinya, tidak bisa dengan kerja biasa saya memperoleh USD 1 juta itu.

Jadi untuk kaya, kita harus memastikan adanya aliran uang yang masuk, yang jumlahnya melebihi kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana caranya? Tanpa mencuri atau korupsi tentu saja.

Ya harus berinvestasi. Kita menyisihkan uang kita untuk membeli aset dengan harga murah dan menjual dengan harga mahal.

Kuncinya adalah tahu cara mendeteksi peluang dengan mengestimasi apakah suatu aset mahal atau murah.

Untuk itu kita harus paham (1) nilai dan (2) harga suatu aset. Murah berarti nilai > harga. Mahal berarti nilai < harga.

Harga itu mudah diketahui. Tinggal baca iklan, price tag, tabel, atau angka di dinding pasar.

Nah mengestimasi nilai itu yang susah. Di situ ada banyak cara. Ada yang mencek nilai komponennya. Ada yang mengestimasi dari harga ke depan. Ada yang bisa membaca psikologi orang. Apapun caranya, kita harus belajar mengestimasi nilai.

Nah investasi mana yang kita pilih. Tentu diukur dari seberapa cepat saya mencapai USD 1 juta itu. Semakin cepat semakin baik.

Persoalannya, sama dengan kendaraan. Ada resiko. Semakin cepat kendaraan dipacu, semakin fatal resiko yang ditimbulkan. Semakin tinggi gedung, semakin parah akibatnya kalai ia ambruk. Artinya tidak ada jaminan investasi kita salah dan berakibat kita rugi besar.

Jadi bagaimana dong? Nah di sini masuk unsur engineering. Orang yang sukses dalam berinvestasi itu mampu meng-enjinir produk investasi. Namanya juga dienjinir, di rekayasa, di rancang. Di desain agar tidak mudah rugi. Tidak mudah ambruk.

Ini kunci keberhasilan itu. Anda mendesain produk investasi anda. Atau anda mencari produk-produk investasi yang sudah direkayasa orang. Minta penjelasan dari para ahli. Tanya pada orang-orang yang sudah berpengalaman.

Buat saya yang penting kita sadar pentingnya belajar berinvestasi. Kita aware akan adanya jalan untuk menjadi kaya dengan halal. Sehingga kita tidak perlu lagi korupsi atau mencuri punya orang lain.


  1. makasih gan atas infonya,. tp saya agak takut tuch kl terlalu kaya




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: