To Buy vs To Pay

Ada perbedaan mendasar antara membeli dan membayar. Uang kita sebaiknya untuk membayar bukan untuk membeli. Karena membeli itu artinya kita ingin punya. Memiliki. Sedangkan membayar itu artinya kita menikmati. Beda ya, antara memiliki dan menikmati.

Memang kedua kata ini (bayar dan beli) sangat dekat. Kalau kita membeli sesuatu kita harus membayarnya.

Tapi tidak sebaliknya. Membayar tidak harus berarti membeli.

Di mana bedanya?

Membeli itu punya maksud memiliki. To own. Jadi punya.  Misalnya kita membeli rumah. Itu berarti kita jadi pemilik rumah itu. Untuk kita huni. Jadi kita punya dulu baru kita menikmatinya.

Membayar itu lain. Dengan membayar kita bisa menikmati sesuatu tanpa harus punya. Kita fokus pada menikmatinya, bukan pada memilikinya.

Saya bisa membayar tiket nonton bioskop. Tujuannya bukan untuk memiliki tiket. Tapi untuk menikmati pertunjukan. Selesai pertunjukan, saya tidak boleh membawa pulang kursi seat saya. Apalagi bioskopnya. Saya hanya boleh bawa pulang tiketnya, yang tidak punya nilai apa-apa.

Uang menimbulkan masalah di mana-mana karena itu digunakan untuk membeli. Mulai dari membeli barang kebutuhan secara berlebihan, sampai orang lain tidak kebagian, hingga membeli hal-hal yang harusnya di earned, seperti membeli ijazah atau menyogok untuk mendapat jabatan.

Di sini kuasa uang menjadi tanpa batas. Semakin besar jumlah uang kita, semakin besar pula hal yang kita miliki. Semakin banyak kebutuhan orang lain kita “rampas”. Melebihi kepatutan.

Jauh lebih sehat bila uang digunakan untuk membayar sesuatu yang sudah kita nikmati, konsumsi. Di sini daya konsumsi kita terbatas. Perut kita paling hanya bisa diisi dua piring nasi goreng. Badan kita hanya bisa menghuni satu rumah pada saat yang sama. Mengendarai satu mobil pada saat yang sama. Hanya bisa menonton satu pertunjukan bioskop pada saat yang sama.

Kuasa uang menjadi terbatas. Daya serap kita ini membatasi seberapa besar sumber daya yang kita ambil. Orang lain juga bisa kebagian.

Jadi benar ya. Money is the root of all evils. Unless you use it to pay tor all things you enjoy


  1. Wah, kalo gt enakan membayar kontrakan ya Pak, dari pada membeli rumah hehehe … 🙂

    • azrl

      Ia betul sebenarnya begitu. Cuma ada untung lain beli rumah: bisa berfungsi sebagai tabungan aset, yang bisa sekaligus digunakan. Dan nilai tanah biasanya tidak turun.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: