Realitas

Manusia akhirnya harus memutuskan apa realitas bagi dirinya. It better be … a reality…

Apa sih realitas itu? Apa sih kenyataan itu?

Orang bisa salah memahami realitas. Tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Menganggap suatu imajinasi sebagai kenyataan. Atau sebaliknya, menganggap kenyataan sebagai imajinasi.

Mengapa kita bisa salah begitu?

Ya, karena kita makhluk yang sangat istimewa. Memiliki indera. Memiliki pikiran. Memiliki persepsi. Memiliki imajinasi. Memiliki empati. Kalau tidak hati-hati hal-hal itu bisa tertukar-tukar.

Teori yang saya anut sekarang ini: realitas adalah kombinasi yang saling memperkuat dari dua hal: buah pikiran dan hasil pengamatan, dengan informasi dan bahasa sebagai pengikat keduanya.

Jadi realitas yang stabil itu, yang bisa kita terima, adalah realitas di mana pikiran dan pengamatan saling mendukung. “Saling berbicara” dalam suatu bahasa.

Oleh sebab itu dalam pengertian saya, realitas itu subyektif-obyektif. Subyektif dalam arti pikiran saya, dan obyektif dalam arti hasil pengamatan.

Kemudian, saya membagi realitas sebagai realitas individu vs realitas bersama. Yang saya bilang barusan adalah realitas individu. Pikiran adalah pikiran saya. Pengamatan adalah pengamatan saya.

Realitas bersama itu sama dengan realitas individu. Cuma, ada unsur kesepakatan di sini. Pikiran adalah pikiran bersama yang disepakati. Pengamatan adalah pengamatan bersama. Dalam bahasa yang sama.

Realitas ilmu pengetahuan (scientific reality) adalah realitas di mana kaidah berpikir mengacu pada kaidah deduktif, sedangkan kaidah pengamatan mengacu pada kaidah empiris.

Dan realitas ilmu pengetahuan sangat powerful. Barangsiapa menolak realitas ini akan celaka.

Meskipun demikian, realitas ilmu pengetahuan ini tidak cukup untuk hidup manusia. It is necessary but not sufficient. Ia cocok untuk mengungkapkan realitas natural. Tapi ia tidak berdaya untuk mendeskripsikan realitas supra natural.

Akhirnya, teori realitas yang cocok buat saya adalah teori yang mampu menjadi platform untuk kehidupan natural dan supra natural.


  1. Masih nyambung dengan “spritual universe” yah🙂 Saya bayangkan seorang mendadak amnesia total. Hilang ilmu-nya, hilang knowledge-nya, dsb mungkin hanya ingat hal-hal yang dasar seperti bahasa. Mendadak dia berada di alam semesta baru🙂 . Mungkin hanya gen saja yang masih berkaitan dengan alam semesta lama🙂 .

  2. saya sendiri lebih suka menyebutkannya dengan “meta-”

    meta-natural = melampaui alam
    meta-realitas = melampaui realitas

  3. Kita berdiskusi yuk untuk saling berbagi………………………..

    http://filsafat.kompasiana.com/2012/11/19/konsep-ilmu-realitas-1-504432.html




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: