Satu Bangsa

Kita itu satu bangsa, karena punya nenek moyang yang sama.

Hitung-hitungannya begini.

Saya itu anak dari kedua (2) orang tua saya. Kedua orang tua saya itu anak dari empat (4) kakek-nenek saya. Kakek nenek saya itu anak dari 16 kakek-nenek buyut saya. Jadi kalau kita telusuri, maka ada 2^k (dua pangkat k) gen, darah, turunan, orang yang terlibat dari diri saya, di mana k adalah jumlah generasi.

Kalau satu generasi itu katakanlah 25 tahun dan kalau kita anggap orang Indonesia sudah muncul tahun 0 Masehi, maka ada 20 * 4 generasi, atau 80 generasi: k = 80, sejak tahun 0 itu. Berati ada 2^80 orang yang menjadi nenek moyang saya sejak tahun 0. Nenek moyang saya berjumlah 1.2*10^(24) orang atau kira-kira 1.2 triliun-triliun orang!

Dan itu juga jumlah nenek moyang anda, dan setiap orang di Indonesia kalau dihitung dari tahun 0 sesudah Masehi. Jadi teori nya jumlah nenek moyang orang Indonesia harusnya 240 juta * 1.2 triliun-triliun orang.

Apa yang salah dari angka ini? Penduduk Indonesia, yang hari ini paling-paling 240 juta orang, sudah yang terbesar (rekor). Di abad lalu (1911) penduduk Indonesia masih di bawah 50 juta. Jadi orang yang pernah hidup di Indonesia dari tahun 0 itu nggak akan lebih dari 4 atau 5 miliar orang (20 abad * 4 generasi per abad * 50 juta per generasi = 4 miliar).

Jadi ada gap maha besar nih. Analisa saya tadi: orang yang pernah hidup di Indonesia harusnya 240 juta * 1.2 triliun-triliun = 290 juta-triliun-triliun. Tapi fakta demografi mengatakan penghuni Indonesia total sejak tahun 0 tidak lebih dari 4 miliar orang. Apa penjelasannya?

Satu-satunya penjelasan adalah nenek-moyang kita itu masih saling kawin sesama saudara. Mereka tidak datang dari orang yang berdarah berbeda. Kita semua satu darah. Saling berkerabat. Di satu titik generasi k tertentu anda dan saya memiliki nenek moyang yang sama.

Apalagi kita orang Indonesia dengan kulit sama. Perawakan kita sama. Satu-satunya penjelasan: karena kita satu darah. Orang-tua orang tua kita itu di generasi ke k sama.

Satu bangsa itu punya hubungan darah. Kita semua bersaudara. Kita semua berkerabat. Bukan karena slogan. Tapi itu fakta ilmiah, yang saya uraikan di atas.

Oleh sebab itu kita tidak boleh saling menyakiti.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: