Nggak di Dengar?

Orang selalu ingin didengar. Padahal teladan lebih penting dari omongan.

Kita suka jengkel kalau pendapat kita tidak di dengar. Kita marah kalau anak kita tidak mendengar nasehat kita sebagai orang tua. Atau murid malas mendengar pelajaran dari guru atau dosen.

Kita mengomel, gimana sih? Selalu nggak didengar?

Sebenarnya kita harus bersyukur kalau orang tidak mendengar ucapan kita. Semoga dia lupa.

Mengapa?

Karena ucapan sering berbeda dari perbuatan. Istilahnya: talk is cheap.

Jangan-jangan saya sudah mengatakan sesuatu yang hebat, menasehatkan sesuatu yang mulia, tapi ternyata saya sendiri tidak menjalankannya. Kan malu tuh.

Jadi mulai sekarang, jangan suka beri nasehat. Kalaupun keluar dari mulut kita, berharaplah semoga dia lupa. Nanti kalau dia nagih, bagaimana?

Orang baru mau nurut kalau ada contoh. Kalau kita menjadi contoh dan teladan.

Saya bisa berbusa-busa memberi nasehat bagaimana menjadi entrepreneur sukses. Banyak orang tidak akan dengar. Karena orang tidak melihat prestasi saya di situ.

Tapi coba Bill Gates yang bicara. Semua menyimak. Mengapa? Karena dia itu contohnya. Dia punya bukti.

Jadi jangan cemas kalau orang tidak mau mendengar nasehat kita. Cemaslah kalau ia selalu memperhatikan tindak-tanduk kita, dan mencontohnya…


  1. Setuju Pak. Kebanyakan nasehatin malah bikin stress … 🙂

  2. benar sekali.. omongan yang keluar dari mulut sebagai cermin diri sendiri.. maka berhati-hatilah kalau berbicara..
    “mulutmu, harimaumu”




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: