Kesurupan

Tidak enak kesurupan itu. Tubuh kita digunakan, di-abused kepribadian lain. Tapi hari ini hampir semua kita itu sedang kesurupan.

Terkadang saya baca di koran, ada anak sekolah kesurupan. Seperti dimasuki roh, jiwa, atau makhluk halus. Kemudian dia jerit-jerit dan tidak sadarkan diri. Sampai harus panggil orang pintar segala ya.

Hii, bukan saja ngeri. Tapi juga sebal. Geuleuh pisan. Enak saja itu makhluk, masuk-masuk ke dalam diri kita.

Tapi, saya pikir-pikir lagi, apa yakin kita bahwa kita tidak sedang kemasukan roh? Makhluk lain? Kepribadian lain?

Are you sure you are really you?

Maksudnya bagaimana?

Dari kecil kita diajarkan orang tua, masyarakat, teman, lingkungan, sekolah untuk bersikap begini, begitu. Dan karena kita anak kecil, kita terima saja. Telan mentah-mentah.

Sudah besar, kita dihantam media, TV, majalah, iklan, Internet, guru, buku, ritual, budaya. Setiap hari.

Berapa sih dari kita yang secara sadar memfilter informasi yang masuk? Saya yakin, kita telan mentah-mentah juga. Dan ini membentuk kepribadian kita.

Sehingga pertanyaan saya valid: apakah kita benar-benar kita?

Kita sedang kesurupan dengan kepribadian orang lain, yang diproyeksikan melalui berbagai media, iklan, buku, ritual, dan budaya.

Kita sedang berusaha memenuhi harapan orang lain. Memenuhi ekspektasi orang lain. Memenuhi profil cetakan orang lain. Kesurupan namanya.

Ihh, geuleuh pisan…

Tanda-tandanya apa? Kita resah. Kita gelisah. Kita tidak mantap. Kita tidak secure. Kita tidak PD. Kita tahu something is wrong. Kita merasa tidak cocok. kita tidak semangat. Kita bosan. Kita tidak antusias. Kita lelah. Kita merasa kosong. Bangun pagi tidak excited. Tidak fun. Bahkan kita merasa sering sakit tidak jelas.

Ya jelas tidak nyaman. Karena kita sedang menghidupi hidup orang lain. Berprilaku menurut perilaku orang lain. Bermimpi impian orang lain.

Bagaimana dong?

Satu-satunya cara yang bisa saya temukan adalah segera menyadari kesurupan ini, dan minta Tuhan untuk membersihkan kita dari roh-roh, kepribadian asing ini.

Supaya kita bisa punya kepribadian sendiri. Yang unik. Yang khas. Yang pas dengan maksud Sang Pencipta.

Be yourself. Be proud of yourself. Develop yourself.

Jangan lagi mau kesurupan…


  1. like this🙂

  2. djamaludin

    top banget, mas..

  3. mariamellie

    so familiar with this🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: