Leaderships by Popularity

Konon resep pemerintahan kita sekarang itu adalah inteligen. Lebih tepat lagi: survey pasar. Baca situasi. Kalau aman, suatu policy diberlakukan. Padahal ini adalah antitesis dari kemimpinan.

Pemimpin itu, ya itu, memimpin. Membawa rakyatnya ke tujuan yang di cita-citakan.

Dan ada saatnya seorang pemimpin bertindak keras pada rakyatnya. Pada saat rakyatnya keenakan, menikmati keadaan yang buruk. Sang pemimpin turun tangan meluruskan apa yang bengkok.

Jadi seorang pemimpin harus punya prinsip. Harus punya cita-cita. Harus punya impian luhur. Harus punya nilai-nilai. Harus punya keberanian dan ketabahan.

Kalau pemimpin takut pada rakyatnya, khususnya tidak berani menegakkan prinisp-prinsip luhur, maka repot sekali. Jadi terbalik. Pemimpin jadi orang suruhan. Takut berbuat salah.

Memang mengikuti kehendak rakyat itu bagus untuk popularitas seorang politisi. Tapi ia bukan pemimpin. Lebih sebagai selebriti politis.

Kalau pemimpin tidak punya prinsip menegakkan apa yang benar, maka pada hakekatnya ia percuma. Dia buang-buang waktu, karena kepemimpinannya sia-sia.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: