Pemimpin, Manajer, Selebriti, Komentator

Orang suka tertukar-tukar antara pemimpin, manajer, selebriti, dan komentator.

Sama-sama merasa penting dan diperlukan. Sama-sama punya pengikut atau audience.

Tapi sebenarnya ada perbedaan mendasar:

  1. Pemimpin itu bertanggungjawab pada yang dipimpin. Ia menjalankan amanat untuk kepentingan yang dipimpin. Ia menyayangi dan mengasihi orang yang ia pimpin. Oleh sebab itu ia berjuang keras, dengan segala upaya, tanpa kenal lelah untuk kebaikan mereka yang ia pimpin.
  2. Manajer itu menjalankan tugas pengelolaan. Ia ahli, kompeten, dan profesional. Ia punya algoritma, prosedur kerja, serta alat bantu untuk mengatur anak buahnya. Ia memastikan pekerjaan anakbuahnya memenuhi target-target pihak yang menggaji mereka.
  3. Selebriti itu orang terkenal yang menghibur kita. Ia mengkaitkan kita dengan apa yang populer. Ia produk kultur, seperti karya seni atau artifak budaya, tapi berwujud manusia. Kita menyenangi selebriti karena ia adalah simbol dari sesuatu yang kita gemari.
  4. Komentator adalah orang-orang yang menonton tindakan pemimpin, manajer, dan selebriti, kemudian memberikan analisa dan pandangannya. Komentator adalah bagian dari budaya, membuat panggung atau platform budaya. Mereka mengartikulasikan makna-makna dari tindakan ketiga aktor itu.

Soal terkenal dan popularitas:

  1. Semakin efektif seorang pemimpin, semakin ia tidak ingin terkenal atau dipuja orang.
  2. Manajer ingin dikenal dan diakui kompetensinya, minimal sebatas lingkungan kerjanya.
  3. Selebriti, by default, harus terkenal dan populer.
  4. Komentator itu orang yang pengen terkenal lewat membicarakan karya dan tindakan orang lain.

Soal fokus bertanggungjawab pada siapa:

  1. Pemimpin menyenangkan mereka yang ia pimpin
  2. Manajer menyenangkan atasannya
  3. Selebriti menyenangkan penggemarnya
  4. Komentator menyenangkan diri sendiri

Soal pengikut:

  1. Kita mengikuti pemimpin dengan sukarela.
  2. Anak buah harus ikut manajer karena digaji.
  3. Penggemar membuntuti selebriti karena selera budaya.
  4. Kita mendengar komentator karena terpaksa, keburu harus baca di media, dengar di seminar, atau lihat di TV.

Soal rejeki:

  1. Pemimpin itu tidak selalu digaji dan sering malah harus nombok.
  2. Manajer itu harus digaji (tinggi).
  3. Selebriti biasanya kaya karena sebagai barang dagangan atau bintang iklan.
  4. Komentator paling-paling dapat honor di amplop.

Jadi masyarakat kita memang menghasilkan empat macam aktor: pemimpin, manajer, selebriti dan komentator. Masing-masing diperlukan. Tentu dengan derajat dan rejeki yang berbeda.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: