Rejeki

Sebenarnya makna hidup itu bukan pada seberapa banyak rejeki yang kita dapat. Tapi seberapa banyak yang kita beri.

Hidup ini take and give. Mengambil dan memberi.

Kita tentu berharap rejeki setiap hari. Cukup untuk kita hidup. Bahkan kita membayangkan bahwa hidup kita akan semakin asik kalau semakin banyak rejeki yang kita peroleh.

Padahal tidak begitu. Rejeki itu input bagi kita untuk kita menghasilkan output.

Kita tidak diukur dari seberapa banyak yang berhasil kita dapat. Seberapa serakah kita meraup harta benda.

Kita diukur dari seberapa besar persembahan kita pada orang lain.

Bagusnya seorang penyanyi itu diukur seberapa indah suara yang dihasilkan, bukan seberapa mahal kita harus bayar. Enaknya restoran diukur dari enaknya makanan yang ia hasilkan, bukan harga yang harus kita bayar.

Kita diukur dari output kita. Bukan input kita.

Jadi cara anda menyikapi rejeki menentukan hidup anda. Hiduplah dalam batas rejeki yang anda dapatkan. Tapi hidup baru bermakna melalui rejeki yang anda berikan bagi kehidupan.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: