God, King, Trader, and Slave

Kita harus belajar meniru semuanya: mencinta seperti Tuhan, memimpin seperti raja, kreatif seperti pedagang, dan bekerja seperti budak.

Di hati kita harus bernyala-nyala cinta sejati kepada semua orang, terlebih mereka yang kita kasihi.  Cinta tanpa syarat. Cinta penuh kesetiaan. Niat yang tulus untuk membawa kebahagiaan. Seperti cinta Tuhan.

Kita harus bisa memimpin dan bertanggungjawab. Manjalankan amanat bersama. Sebagai seorang pemimpin yang penuh keberanian, kuasa, bijaksana, dan rasa tanggungjawab. Tidak punya excuses. Seperti raja.

Kita harus banyak akal. Resourceful. Kreatif. Mencari apa yang menarik hati orang. Yang memuaskan kebutuhannya. Mencari produk yang tepat untuk setiap orang, sesuai kondisi dan daya beli nya. Delightful. Seperti seorang seniman atau pedagang ulung.

Dan sekali kita sudah merencanakan niat cinta kita, strategi kita, rencana kita, cara yang kreatif, maka kita bekerja keras melaksanakan. Eksekusi. Berdisiplin. Fokus. Banting tulang. Single minded. Seperti seorang budak.

Jadi kita harus belajar mengembangkan diri memiliki semua kemampuan itu.

Mencinta seperti Tuhan, memimpin seperti raja, kreatif seperti seniman pedagang, dan kerja keras seperti budak.

Advertisements

  1. sharing yang bagus sekali Pak Armein.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: