Nama dan Jabatan

Sebenarnya kita tidak perlu mengejar jabatan lagi. Karena kita sudah diberikan suatu jabatan utama: nama kita.

Apa maksudnya?

Waktu saya bertemu Gubernur, saya menyalaminya dengan, “Apakabar pak Gubernur?”. Waktu saya berjumpa pak Rektor, saya juga menyapa, “Apakabar pak Rektor?”.

Perhatikan bahwa jabatan itu sebenarnya suatu nama yang kita sandang. Suatu sapaan.

Dan kita semua sudah diberi nama, nama kita, sejak lahir. Berarti itulah jabatan kita yang paling utama. Menjadi diri kita. Menjalankan diri kita. Menjabat diri kita.

Seharusnya nama kita itulah yang menjadi jabatan utama kita. Primary job. Jabatan lain itu adalah sekunder, atau tersier. Jabatan yang lain itu kalah penting dari nama kita.

Saya ambil contoh: Gus Dur. Beliau banyak jabatan, sampai Presiden RI pernah dijabatnya. Tapi jabatan utama yang ia emban adalah Gus Dur. Namanya sendiri menjadi lembaga. Itu karena ia menghidupinya sepenuhnya. Tidak berubah saat menjabat jabatan sekunder dan tersier. Ia tetap menjadi dirinya sendiri.

Ada orang yang memuja jabatan sekunder. Dia merasa hebat, dan penting. Makanya jabatan itu ia kejar habis-habisan. Dan ia berubah sikap dan perilaku saat menjabat. Bossy. Orang semacam ini akan sakit hati saat kehilangan jabatan. Hilang kepercayaan diri. Hilang kepribadian diri.

Wah celaka sekali. Karena jabatan sekunder, tersier, itu kan hanya sebentar. Sedangkan jabatan primer, jabatan utama, nama kita itu, akan kita jabat seumur hidup.

Makanya saya tidak peduli akan jabatan. Kalau saya menjabat sesuatu tentu saya akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Tapi itu tidak akan menaikkan atau menurunkan harga diri saya. Tidak senang kalau dapat, tidak sedih kalau berhenti. Saya anggap jabatan tambahan. Sekunder. Tersier.

Karena saya memiliki jabatan primer yang terus ada sampai kapanpun, yaitu diri sendiri. Nama sendiri.

Itu yang kita harus pegang kuat-kuat, laksanakan sebaik-baiknya, sampai akhir hayat.

Sehingga saat orang bersalaman dengan saya, apapun jabatan saya, ia akan selalu berkata, “Apa kabar pak Armein…”

I will be very happy




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: