Tanpa Jabatan vs Tanpa Pendukung

Pemimpin sejati itu tidak perlu jabatan. Sebaliknya tanpa pengikut, ia bukan seorang pemimpin.

Banyak orang berebut untuk mendapatkan jabatan kepemimpinan. Begitu jabatan diperoleh, ia langsung merasa menjadi pemimpin yang bisa mengatur orang lain.

Padahal syarat utama seorang pemimpin, ya itu, ada pengikut. Tanpa pengikut ia bukan pemimpin.

Kalau orang bersedia, dengan sukarela, dipimpin oleh nya maka ia adalah pemimpin sejati. Kalau orang mempercayakan amanat kepadanya maka ia adalah pemimpin sejati.

Dan itu tidak sama dengan jabatan. Seorang pemimpin sejati tidak butuh titel. Gelar. Kedudukan. Ia diukur pada seberapa besar ia mampu menyentuh nurani pengikutnya, sehingga mereka mau melakukan dan memperjuangkan hal-hal yang benar secara sukarela.

Dan ini menuntut keikhlasan pemimpin untuk menyingkirkan keinginan diri sendiri, impian diri sendiri, untuk memperjuangkan impian orang yang ia pimpin.

Dan ia menjadi pemimpin tertinggi saat ia diam-diam mampu membuat pengikutnya menjadi pemimpin tanpa pamrih. Saat ia menolong mereka menemukan the leader inside each of them.

Jangan kejar jabatan. Kejarlah impian. Khususnya impian orang yang anda pimpin itu…




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: