Multiobjectives

Kalau anda banyak pusing atau bingung mengambil keputusan, mungkin anda terkena penyakit multiobyektif: terlalu banyak tujuan yang saling bertentangan.

Mengambil keputusan itu sebenarnya sederhana. Anda tahu mau ke mana, kemudian memilih alternatif terbaik mencapai tujuan. Terbaik dalam arti paling optimal, tanpa melanggar ketentuan (contraints).

Tapi persoalan menjadi rumit saat keinginan kita banyak, dan bisa saling bertentangan. Misalnya anda ingin lekas lulus, tapi ingin menikmati masa mahasiswa. Dua-dua bagus, tapi saling bertentangan. Anda ingin punya pasangan yang setia, tapi anda ingin bebas merdeka. Sama-sama bagus, tapi juga bertentangan. Anda ingin kaya raya, sekaligus masuk sorga. Ini juga bisa-bisa bertentangan.

Kita harus menyadari bahwa tujuan hanya boleh satu. Proses optimasi tidak akan bisa jalan kalau kita punya tujuan ganda. Multiobyektif.

Jadi bagaimana dong?

Nah, kita perlu membuat hirarki tujuan. Ada tujuan utama (tujuan primer), ada tujuan yang lebih rendah (tujuan sekunder), dan tujuan antara. Tujuan sekunder ini bisa banyak, sedangkan tujuan primer ini hanya boleh satu. Pada saat harus memilih, tujuan sekunder selalu kalah dari tujuan primer.

Contoh nya begini.

Anda bangun pagi, cepat cepat ke kampus karena tidak mau terlambat kuliah. Di kelas anda rajin belajar karena anda ingin lulus kuliah ini. Supaya nanti anda bisa sarjana, mendapatkan kerja, bisa membiayai diri sendiri, kemudian punya uang yang cukup untuk bisa punya gaya hidup sesuai yang anda inginkan.

Di sini tujuan primer adalah yang paling akhir itu: anda ingin hidup dengan gaya hidup yang anda inginkan. Yang lain-lain itu, seperti bangun pagi, tidak terlambat kuliah, lulus kuliah adalah tujuan sekunder. Mendapat kerja dan mendapat uang cukup itu bisa tujuan sekunder atau tujuan antara.

Saat anda mulai bingung, maka ingat kembali tujuan primer anda. Kalau tujuan primer anda ingin lulus nilai bagus, anda bisa menyontek di ujian. Tapi kalau tujuan primer supaya anda bisa sukses dalam bekerja, anda tidak akan menyontek ujian.

Saat anda mulai lelah, ingat tujuan primer anda. Maka niscaya anda akan meras segar dan kuat kembali.

Punya banyak keinginan itu baik. Tapi kita perlu menata dan menstrukturnya ke dalam hirarki. Supaya kita selalu mantap melangkah.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: