Karakter

Seberapa pentingkah karakter? Untuk kesuksesan hidup, karakter sangat penting. Tapi persisnya mengapa?

Karakter itu terbentuk dari kebiasaan, habit, sikap, keputusan, dan tindakan yang kita lakukan setiap hari.

Jadi orang sering sukses itu punya karakter sukses. Orang sering gagal itu punya karakter gagal.

Kita hidup di dunia yang sama. Kita memiliki kemampuan yang sama. Kita memiliki peluang yang sama.

Sama dengan orang main catur. Kita punya buah catur yang sama. Dengan posisi mulai yang sama.

Yang membedakan: keputusan yang kta ambil. Langkah yang kta ambil.

Tapi keputusan dan tindakan yang kita ambil biasanya adalah respons dari suatu event. Dan respon kita itu ditentukan karakter kita.

Kalau kita terbiasa melihat gelas setengah kosong maka karakter kita pesimistis. Dan kita cenderung konservasi, memelihara, takut hilang.

Kalau kita terbiasa melihat gelas setengah penuh maka karakter kita optimistis. Dan kita cenderung ambil resiko, ekspansi, dan semangat pada hal yang baru.

Jadi karakter kita pada akhirnya menentukan sukses kita.

Bagaimana pengaruh luar? Bagaimana pengaruh lingkungan?

Memang benar pengaruh eksternal itu penting sekali. Seorang yang berbakat di tempat yang salah tidak akan berprestasi sehebat orang yang kurang berbakat di lingkungan yang mendukung.

Tetapi itulah, orang sukses tidak diukur berdasarkan perbandingan dengan orang lain pada lingkungan yang lain. Orang sukses diukur pada apa yang ia capai dalam situasi yang ada. Orang sukses diukur pada apa responsnya terhadap apa yang kehidupan ini berikan.

Dalam lingkungan yang sulit, karakter justru semakin penting.

Jadi jangan cuma mengembangkan kemampuan, keahlian, network. Tapi lebih penting, kita bangun karakter. Karakter yang tepat untuk menggapai impian kita.


  1. menarik sekali pak armein, terima kasih

  2. made

    bagus n inspiratif pak,mohon ijin u/ di copy ke wall fb saya..:)

  3. oki

    Pak armein mau nanya, kalo pendapat pak armein tentang Einstein gimana? dia kan sukses di bidang akademis, dan karakter akademisi biasanya cenderung individualis.
    Menurut saya statement bapak hanya berlaku untuk profesi tertentu saja, atau bapak ada pendapat lain??




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: