Mahasiswa Abadi

Saya kira dalam hidup ini kita semua harus menjadi mahasiswa abadi.

Dulu banyak mahasiswa abadi. Nggak lulus-lulus. Sibuk sana sibuk sini, kecuali kuliah. Akhirnya setelah diancam drop out (DO) barulah mahasiswa ini lulus. Setelah kuliah 10-15 tahun.

Jadi orang tidak senang disebut mahasiswa abadi.

Tapi saya pikir-pikir lagi, hidup ini adalah belajar seumur hidup bukan? Kita tidak pernah berhenti belajar. Menambah pengetahuan. Menambah keterampilan. Menambah kemampuan.

Ada banyak pakar yang ilmunya perlu kita tiru. Ada banyak ahli yang ilmunya perlu kita serap. Ada banyak jagoan yang ilmunya perlu kita pelajari.

Supaya kita tidak berhenti bertumbuh.

Saya sendiri punya banyak tugas. Punya banyak kewajiban. Dan selalu saya keteteran dengan tugas yang baru itu.

Kalau kita sudah merasa hebat, sudah merasa lulus, sudah merasa jagoan, maka saat kita keteteran kita merasa stress. Kita merasa tegang. Bahkan kita merasa kecewa. Ternyata kehebatan kita itu tidak ada apa-apanya. Ternyata rasa percaya diri kita itu berlebihan. Ternyata we are not as good as we though. Dulu kita sukses, sekarang kok gagal.

Ntar dulu.

Bayangkan anda baru lulus SD, juara lagi. Sekarang masuk SMP. Ya tidak bisa pengetahuan SD itu mau dipakai untuk ujian di SMP. Meskipun anda juara kelas di SD, anda tidak bisa juara kelas di SMP, kalau hanya mengandalkan ilmu di SD itu. Anda harus belajar lagi ilmu di SMP baru punya peluang.

Demikian juga, kebisaan kita dulu itu ya dulu. Sekarang situasi berubah, suasana berubah, masalah berubah, maka ilmu kita yang dulu tidak cukup. Kita butuh ilmu baru.

Kalau cukup, namanya kita masuk SD lagi. Nggak naik kelas atuh.

Jadi strategi kita ya kita harus belajar lagi. Buka catatan. baca buku. Cari guru. Latihan. Latihan, dan latihan.

Untk berhasil dengan strategi ini, kita harus punya attitude baru. Bahwa kita itu mahasiswa. Mahasiswa abadi. Yang belum lulus. Yang masih bersedia belajar. Yang tidak sombong menganggap sudah cukup mampu.

Jadi saya dalam banyak kesempatan berusaha memiliki sikap seperti seorang mahasiswa yang sedang belajar. berusaha mengerti. Tidak takut mencoba. Namanya orang belajar, ya boleh salah atuh. Tapi berusaha tidak sombong juga, tahu diri masih belajar.

Dengan sikap mahasiswa abadi ini, kita bisa bebas stress. Kalau kita salah atau gagal kita tidak kejam pada diri sendiri. Tidak menghakimi diri sendiri bahwa kita tidak bisa. Kita jelek, tidak berbakat. Tidak. Yang ada adalah latihan kita masih kurang. Harus berguru lagi. Baca buku lagi. Kemudian coba lagi sampai bisa.

Jadi sebenarnya menjadi mahasiswa abadi itu bukan jelek. Malah harus.


  1. mahasiswa 6 tahun kayak saya ya Pak :mrgreen:

  2. Satuju. Selepas S1 dan S2 dari ITB, saya sempat berpaling untuk tidak jadi mahasiswa, tapi jadi programmer. Tetapi ternyata jiwa saya adalah jiwa mahasiswa abadi.

  3. Risnandar

    Good inspiration…

  4. Darwin

    tulisan bapak ini benar2 inspiratif…
    luar biasa..

  5. rizkin

    Tulisan nya memberi semangat terutama bagi saya yang tidak lulus tepat waktu(tapi jangan di tiru).

    Yah sedikit mengobati lah




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: