Greedy and Coward

Dua penyakit yang sedang mewabah dan harus kita atasi adalah serakah dan penakut. Greedy dan coward.

Serakah itu ingin mendapatkan segala sesuatu sebanyak-banyaknya melebihi batas yang kita perlukan.

Serakah itu tidak rasional. Sangat instinktif. Dan ia mengambil jatah orang lain. Pada saat yang sama kita terbeban oleh apa yang kita punya itu.

Misalnya soal makanan. Kalau kita serakah, maka kita akan makan sebanyak mungkin. Bukan saja orang lain tidak kebagian. Badan kita dibebani oleh begitu banyak makanan. Kita bisa keracunan. Kena penyakit.

Dan yang paling buruk, kita bertindak tanpa kendali. Tanpa sadar. Dan ini membuat keputusan kita tidak lagi optimal. Tidak murni. Tidak mulia.

Misalnya kita menjadi pejabat. Sebenarnya gaji kita cukup. Tapi karena ada kesempatan korupsi atau sogokan, maka keputusan kita terpengaruh uang itu. Akhirnya keputusan kita tidak lagi optimal. Kualitas keputusan kita jadi buruk. Dan masyarakat menanggap kita pejabat bodoh. Padahal uang gaji kita itu sudah cukup, tanpa perlu tambahan uang sogokan. Cuma karena serakah, maka kita kehilangan keistimewaan, hikmat, dan kemuliaan seorang pimpinan.

Sikap penakut itu lain lagi. Sikap ini membuat kita tidak berani mengambil resiko dan tanggung jawab. Kita selalu mencari aman, sehingga otot perjuangan kita melemah. Kita membuang peluang untuk hidup sesuai jati diri kita.

Dan ironis nya orang pengecut itu justru paling kejam. Tidak ada belas kasihan. Kalau ada orang yang salah, kita langsung bantai.

Orang penakut itu tidak bisa rendah hati. Tidak punya kebijaksanaan untuk mengerti bahwa mengalah itu sebenarnya tanda kekuatan. Ia menyombongkan diri karena takut dianggap rendah.

Jadi baik serakah maupun pengecut itu menghalangi kita untuk punya integritas. Menghalangi kita untuk hidup dengan kekuatan penuh. Membuat kta tidak bisa mengambil keputusan yang tegas dan bijaksana. Ujungnya hidup kita tidak sukacita.

Kesamaan antara serakah dan pengecut itu adalah sama-sama takut kehilangan. Takut kekurangan. Takut kehabisan. Serakah itu takut kehabisan sesuatu yang material, sedangkan pengecut itu takut kehilangan harga diri. Dua-duanya berdasarkan ketakutan kehilangan.

Mari kita buang jauh-jauh sikap serakah dan sikap pengecut. Itu dua penyakit yang merampok kebahagiaan hidup kita.


  1. Risnandar

    Sering banyak terjadi di level birokrasi selevel LIPI juga Pak….Apalagi di instansi yang kental dengan proses birokrasinya ya…😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: