Relationships

Life is relationships; the rest is just details…”, demikian kata Gary Smalley.

Maksudnya tentu kehidupan kita itu bukan saja tentang makan dan minum, tetapi tentang hubungan dengan orang lain.

Hubungan itu harus dijaga. Bukan saja supaya tidak putus, tetapi semakin kuat. Semakin akrab. Semakin intimate.

Supaya hubungan tidak putus, banyak orang berusaha membangun sopan santun dan protokol. Ada semacam ritual, basa basi, atau “sandiwara” yang dimainkan agar kita tidak menyinggung perasaan orang lain. Tidak jarang orang berbohong dalam sandiwara itu, agar orang lain merasa kita ini baik.

Sayangnya, kalau hubungan kita itu dijaga dengan basa basi atau bahkan sandiwara, capek deh. Kita tidak bisa akrab. Tidak bisa apa adanya.

Orang bisa akrab kalau dia tidak perlu lagi jaga image, alias jaim pada temannya itu. Dia bisa apa adanya. Dia bisa intim. Menyampaikan apa yang ada dalam hatinya tanpa merasa akan di hakimi.

Memang tidak selalu bisa kita dekat dengan orang lain. Ada chemistry-nya. Cara tahu anda bisa akrab dengan orang lain itu bagaimana? Dengan jujur apa adanya, be yourself, say your mind, dan lihat reaksinya. Bila orang itu kemudian menjauh, berarti chemistry nya tidak dapat.

Mungkin anda jadi kecewa. Keinginan anda untuk dekat tidak tercapai. Tapi tidak apa-apa. Malah menurut saya anda harus bersyukur. Minimal anda tahu posisi masing-masing. Dan anda jadi bebas tidak lagi berharap, atau harus berbasa-basi.

Dan jangan kuatir. Dunia ini berisi begitu banyak orang. Pasti akan ada orang-orang yang cocok dengan anda. Yang menghargai anda apa adanya. Yang senang bisa mendapat kesempatan membangun relationships dengan anda.

Nah kalau anda sudah menemukan orang yang bisa dekat dengan anda, yang bisa menghargai anda, maka anda wajib memelihara hubungan itu dengan baik. Anda harus memberi lebih dari yang anda terima darinya.

Karena life is about relationships, kan ya. Berarti anda sudah memperoleh pemberian yang paling berharga dalam hidup: orang-orang yang always glad when you come.

Saya rasa pada akhirnya, saat kita mati, kita tidak akan diukur dari berapa banyak harta kita, berapa banyak prestasi kita, berapa besar pengaruh kita. Tetapi kita akan diukur pada seberapa hangat hubungan yang sudah kita bangun. Seberapa banyak sahabat karib kita. Seberapa banyak orang yang merasa kehilangan secara personal saat kita pergi selamanya. Seberapa banyak orang yang berjuang keras untuk menjaga hubungan dengan kita.

Jadi jangan gampang menyerah. Seperti kata Michael Buble:

I Might Have To Wait, I’ll Never Give Up,
I Guess It’s Half Time And The Other Half’s Luck
Wherever You Are, Whenever It’s Right,
You Come Out Of Nowhere And Into My Life….


  1. wuih, bapak ternyata dosen gaul! dengerinnya Michael Buble. Hahaha..
    Salam kenal pak. Saya Josef alumni TI ITB angkatan 2005.
    Blog bapak bagus sekali, sangat menginspirasi.
    🙂

  2. Romi

    Blog Bapak sangat menginspirasi banget!
    Kapan lagi nih bapak ngajar saya? 🙂

  3. angky

    hahaha,lucu

  4. Sungguh, artikel ini mengharukan. Saya jadi teringat akan sahabat-sahabat karib saya yang dulu sempat datang dan pergi karena terpisah oleh jarak.

    Saya percaya, Tuhan pasti akan memberikan yang sahabat-sahabat terbaik bagi anak-anak-Nya, termasuk pasangan sejati.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: