Your Bestfriend Ever

Menjadi best friend bagi diri sendiri? Mengapa tidak?

Siapa sahabat baik anda? Apakah ia selalu baik pada anda dalam situasi sulit? Selalu memuji anda saat anda sukses? Selalu mendorong anda saat anda ragu? Selalu menghibur anda saat susah?

Saya kira sahabat terkadang mengecewakan juga. Ia juga punya urusan sendiri yang tidak mudah ditinggalkan. Sehingga saat anda membutuhkannya, ia tidak selalu ada.

Siapa yang selalu ada bersama anda 24 jam sehari? Ya diri anda sendiri.

Cuma kita tidak sadar bahwa kita sering memperlakukan diri kita buruk. Kita menganggap enteng. Kita tidak care. Kita tidak ramah. Kita tidak memberikan dorongan. Bahkan dengan mudah kita menjelekkan diri sendiri. Tentu dalam pikiran kita.

Saya bayangkan seandainya ada teman kita yang berani memperlakukan diri kita sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri, kita sudah lama putus hubungan dengannya. Malas.

Saya sekarang mengerti bahwa sumber masalah dalam hidup adalah saat kita tidak menjadi diri sendiri. Saat kita butuh approval orang lain. Saat kita butuh pengakuan orang lain. Dan celakanya, orang lain itu juga seperti itu. Butuh approval juga.

Akibatnya kita ikut-ikutan menjadi orang yang tidak berani menjadi diri kita sendiri. Tidak berani punya pikiran sendiri.

Padahal, kata saya sih, kualitas berpikir kita masih rendah kalau masih sama dengan jalan pikiran mayoritas.  Kualitas pikiran kita itu meningkat kalau sama dengan dengan jalan pikiran minoritas. Tapi yang paling top itu kalau kita berani punya jalan pikiran sendiri, benar-benar tidak sama dengan siapapun.

Dalam kesendirian itu, maka kita perlu menjadi sahabat sejati bagi diri kita. Kita belajar menghargai diri kita. Kita belajar menghormati diri sendiri. Kita belajar mendorong diri sendiri. Kita belajar menghibur diri sendiri. Kita belajar membujuk diri sendiri. Bahkan kita bersimpati pada diri sendiri.

Memang tidak begitu mudah. Empati itu adalah bentuk kecerdasan. Terlebih berempati pada diri sendiri. Ini butuh kecerdasan tertinggi. Jadi perlu latihan.

Jadi mulai sekarang bersahabatlah dengan diri anda. Jadilah best friend bagi diri sendiri. Temani ia untuk menjadi diri sendiri di tengah kehidupan ini.


  1. Wah, baru nyadar Pak. Terima kasih atas tulisannya🙂

  2. like this pak, hargai diri sendiri…🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: