Mujur

Paling asik itu hidup mujur. Tapi mujur itu soal sikap yang siap mencarinya, bukan menunggu kedatangannya,

Ada sebuah kisah dongeng tentang Good Samaritan, kisah yang berusia 2000 tahun dan diabadikan dalam kitab suci Alkitab.

Ceritanya begini.

Suatu hari ada seorang bapak berjalan sendiri dari Yerusalem ke Yerikho. Di perjalanan yang sepi ia bertemu sekawanan penyamun yang merampoknya habis-habisan, dan meninggalkannya tergeletak tak berdaya penuh luka di tepi jalan.

Maka lewatlah bergantian tiga orang. Yang pertama adalah imam (pendeta). Ia melihat sang korban, tapi ia menjadi takut. Maka pura-pura ia tidak melihat dan lewat jalan lain menghindari korban ini.

Yang kedua adalah orang Lewi (orang suci). Sama juga. Begitu ia melihat sang korban, ia juga menghindar dan bergegas pergi melewati jalan lain.

Berbeda dengan yang ketiga. Datanglah seorang Samaria. Pada jaman itu orang Samaria selalu dihina orang Yerusalam sebagai orang kafir dan warga kelas dua. Tapi orang Samaria ini jatuh kasihan. Maka tanpa memperdulikan keselamatan dirinya, ia berhenti, merawat orang Yerusalem ini, membalut lukanya, dan menaikkannya ke keledai tunggangan.

Tidak berhenti sampai di situ. orang Samaria ini membawa korban ini ke sebuah penginapan kenalannya, menitipkannya pada pemiliknya untuk dirawat sampai sembuh. Iapun menitipkan uang untuk ongkos, dengan janji kalau kurang ia akan tambah bayar sekembalinya dari perjalanan.

Begitu garis besar kisahnya.

Nah, dari enam orang ini (korban, penyamun, imam, orang Lewi, orang Samaria, pemilik penginapan) siapakah yang paling mujur?

Semua mujur bukan, kecuali orang Samaria?

  • Korban: saat tidak berdaya ditolong orang
  • Penyamun: sudah lama menunggu akhirnya mendapat mangsa
  • Imam dan orang Lewi: sendirian di daerah rawan, selamat dari penyamun
  • Pemilik penginapan: buka bisnis penginapan mendapat tamu yang bayar

Kecuali orang Samaria, yang tidak jelas kemujurannya apa.

Persoalannya, semua kemujuran kelima orang lain itu (kecuali sang korban) bukanlah kemujuran yang sejati.Mereka semua mendapatkan peluang, event, peristiwa. Sayangnya, peluang itu mereka manfaatkan untuk memperlihatkan kekerdilan hati, ketamakan, kejahatan. Menghadapi kesempatan, namun kesempatan itu digunakan untuk menunjukkan sisi negatifnya.

Sebaliknya orang Samaria melihat semua peristiwa itu sebagai peluang untuk melakukan kebaikan, untuk memperlihatkan keberanian, untuk menunjukkan kasih sayang, untuk memberikan kemurahan.

Dan itulah kemujuran yang sebenarnya. Setiap krisis dan masalah adalah peluang untuk maju bagi orang mujur. Peluang untuk memperlihatkan kebesaran jiwanya. Peluang untuk memperbaiki keadaan.

Demikian pula kita. Kita harus hidup dengan sikap hidup dalam kemujuran. Mencari good fortune. Tapi bukan seperti yang dibayangkan oleh kelima orang tadi. Tetapi kemujuran seperti orang Samaria itu. Melihat setiap moment, setiap masalah, setiap krisis, sebagai kesempatan untuk belajar memperlihatkan kebesaran jiwa.

Jadi, apakah hidup anda hari ini mengalami masalah? Apakah anda sedang tertekan? Apakah anda sedang bingung mengambil keputusan? Apakah anda sedang kecewa atau marah pada seseorang? Anda merasa sial? Jangan stress. Jangan takut. Anggap anda sedang mujur. Gunakan kesempatan ini untuk memperlihatkan kebesaran jiwa anda. How special you are. How different you are.

Hari ini kelima orang tadi sudah lama dilupakan orang. Tapi orang Samaria itu diabadikan milyaran orang dengan sebutan Good Samaritan. Dan menjadi inspirasi bagi kita semua akan makna kemujuran yang sebenarnya.


  1. Tulisan yang bagus Pak, sangat menginspirasi, baru “ngeh” kalau orang Samaria itu sedang mujur …

  2. galur

    tulisan pa armein bagus2.

    sedikit saran pak. pembaca blog ini terbagi dua yaitu pembaca setia dan pembaca yg musiman.

    pembaca setia ini salah satunya menggunakan media rss buat baca update-an blog ini. termasuk saya.

    tapi sayang, di rss itu, settingan blog ini tidak menampilkan postingan seluruhnya. jadi terpaksa harus mengklik link menuju blog ini. kelemahannya: boros bandwidth dan kalo tulisan awalnya kurang eye catching, jadi malas mengklik untuk baca lebih lanjut. jadi ada kemungkinan pesan atau ilmu pa armein tidak tersampaikan.

    jadi kalo boleh memberi saran, tolong settingan di rss nya dibuat full read pak. karena pembaca setia kan lebih penting.

    tengkyu pak.

    • azrl

      @galur. Terimakasih untuk kunungannya. Saya sekilas mencek cara setting nya, belum ketemu.

      • di dashboard wordpress
        Setting > Reading > bagian show feed article dipilih yang full text

        saya juga suka membaca tulisan bapak melalui google reader🙂

      • azrl

        Terimakasih. Sudah saya set. Semoga sudah bisa ya. salam saya

  3. wow. bagus sekali pak. saya udah sering sekali baca bacaan tentang si orang samaria yang baik hati itu, tapi baru kali ini melihatnya dari sudut pandang yang berbeda seperti ini. trima kasih pak, lagi-lagi tulisan yang inspiring.🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: