Enjoy yourself

Apa beda sukses dengan bahagia? Sukses itu terus memperoleh apa yang kita inginkan. Sedang bahagia itu terus menginginkan apa yang kita peroleh.

Sukses tentu menyenangkan. Masalahnya untuk sukses orang harus berjuang. Dan biasanya begitu sesuatu sudah kita peroleh, kita bosan. Keistimewaannya meluntur. Akibatnya kita men-set target yang baru. Dan kita harus berjuang lagi.

Terkadang saya malu hati. Bagi ukuran manusia biasa, saya sudah memiliki segalanya. Mulai dari keluarga yang penuh kasih sayang, harta benda yang lebih dari cukup, kesempatan pendidikan yang sangat langka, pekerjaan yang menyenangkan dan rewarding, kesehatan yang memampukan aktivitas normal, sahabat yang selalu menggembirakan hati.

Dan saya suka bilang semua itu adalah hasil kerja keras. Hasil perjuangan. Hasil usaha. Hasil pengorbanan. Cucuran keringat dan airmata. Jadi sekilas saya sukses mendapatkannya.

Padahal kalau saya renungkan lebih dalam, semua itu merupakan kemujuran. Merupakan anugerah. Merupakan pemberian. Merupakan amanat. Merupakan berkat. Saya diberkati begitu banyak anugerah dan kemujuran.

Apa bedanya? Apa beda sukses dengan bahagia?

Kalau saya menganggapnya sebuah kesuksesan, maka dibalik itu ada perjuangan.  Ada usaha saya. Ada penderitaan. Dan saya tidak bisa berhenti. Tidak bisa berpuas diri. Karena kesuksesan harus diulang. Jadi saya harus pasang target baru. Keinginan baru. Dan saya harus ulangi lagi penderitaan perjuangan untuk memperolehnya. Kalau saya tidak berhasil, maka saya harus merasakan pahitnya kegagalan.

Jadi saya bisa terjebak pada siklus penderitaan yang tidak putus-putusnya, akibat keinginan yang tidak puas-puasnya. Gagal saya jelas menderita. Berhasil saya menderita juga, minimal dalam usaha memperjuangkannya.

Saya pikir lebih tepat saya punya sikap untuk selalu menginginkan apa yang saya sudah miliki. Saya harus memelihara perasaan menginginkan sesuatu yang sudah ada itu. Sehingga kesenangan akibat mendapatkannya selalu konstan. Selalu ada.

Misalnya, dulu saya waktu kecil saya pernah ingin sekali punya sepeda motor. Sekitar lima tahun lalu saya sengaja mewujudkannya dengan membelinya. Memang saya jarang pakai. Maklum, selain suka hujan, banyak debu, naik motor di Bandung sebenarnya repot juga. Tapi motor ini membuat saya senang. Saya cukup membayangkan perasaan ingin nya saya dulu, kemudian saya penuhi dengan menaiki motor saya itu.

Bukan cuma soal memiliki. Saya juga belajar menyenangi apa yang saya sedang lakukan. Saya belajar menikmati apa yang saya hasilkan. Kalau saya main musik, saya sengaja mendengar dan meresapi hasilnya. Saya belajar menikmati setiap hal yang bisa saya buat.

Bahkan saya pikir, kebahagiaan sejati itu saat kita bersyukur, mengagumi, dan menikmati kehidupan kita. Saat kita menikmati keberadaan kita. Eksistensi kita. Adanya kita.

Jadi di situ beda sukses dengan bahagia. Sukses itu sementara, bahagia itu abadi. Sukses itu selalu berarti mencapai tujuan kita atau memperoleh apa yang kita inginkan. Sedangkan bahagia itu menginginkan apa yang kita sudah miliki. Sukses itu bergantung pada pencapaian sesuatu, bahagia itu tidak bergantung pada apapun.

Jadi siapapun anda, pasti anda memiliki satu hal: diri sendiri. Maka, enjoy yourselfBe happy with your existence.


  1. Jadi, kesuksesan itu berasal dari dalam diri. Sedangkan (menurut saya) kebahagiaan itu berasal (pemberian) dari yang maha tinggi.

  2. ‘bersyukur’ kali ya pak, istilahnya..🙂




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: