Victim Mentality

Hidup kita akan berkembang kalau kita membuang jauh-jauh mentalitas korban. Victims mentality. Sebagai gantinya, kita harus mengadopsi mentalitas desisif (decisive). Pengambil keputusan. Decision makers.

Sebagai seorang korban, victim, kita selalu berada pada pihak yang dirugikan orang lain. Sasaran perbuatan orang lain. Obyek penderita. Diperlakukan tidak adil.

Menurut saya, sial amat. Dari begitu banyak pilihan posisi, ada orang kok memilih memposisikan diri sebagai korban?

Kalau mau milih, harusnya kita ada dalam posisi pemimpin, penentu, orang yang menata, yang bertanggung jawab. Yang mengatur supaya tidak ada yang menjadi korban, termasuk diri sendiri.

Siapa saja yang bermental victims?

Kita semua yang selalu mengeluh, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, powerless, hopeless. Kita yang selalu menemukan excuses, alasan eksternal, mengapa kita tidak bisa mewujudkan apa yang benar, baik,dan  bagus.

Bagaimana cara keluar dari mentalitas victims?

Pertama adalah memutuskan untuk menerima, mengakui, mengamini, memahami, dan mendeklarasikan dengan tegas bahwa apapun yang terjadi pada diri kita itu adalah tanggungjawab kita. Kitalah penyebabnya. Itu buah dari keputusan kita. Buah dari tindakan kita, sikap kita, inisiatif kita (or lack of it).

Kedua adalah memutuskan untuk tidak lagi menerima keadaan ini. I don’t want to take part of this nonsense. No more.

Ketiga adalah memutuskan untuk bertindak keluar dari jeratan victim. Do something. Take an initiative.

Perhatikan, saya mengambil kata “memutuskan” berulang-ulang. Decide.

Ini ada ciri khas mentalitas pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Decision makers.

Bagi seorang bermental pemimpin, hidup itu adalah kesempatan untuk membuat banyak keputusan. Setiap hari, setiap saat, adalah momen untuk membuat keputusan. Minimal untuk diri sendiri, dan jalan hidup diri sendiri.

Jadi mari kita bertanya pada diri sendiri. Hari ini, sudah berapa keputusan yang anda buat? Sudah berapa keputusan yang anda ambil untuk nasib dan kehidupan yang lebih baik?

Ayo, jangan mau jadi korban. Jadilah seorang decision maker.


  1. mari, pak …

  2. kamal

    Benar sekali Pak…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: